JawaPos.com – Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat Muslim yang menahan lapar, haus dan hal-hal yang membatalkan dari fajar hingga maghrib sambil memperkuat aspek spiritual dan disiplin diri.
Banyak orang mengalami tantangan fisik dan kebiasaan kurang tepat yang justru membuat puasa terasa berat dan kurang lancar.
Dengan memahami kesalahan umum yang sering dilakukan saat berpuasa maka bisa membantu Anda menjalani puasa dengan sehat dan penuh berkah sepanjang Ramadhan.
Dilansir dari laman Mayo Clinic, Britishima, dan Frontiers, Kamis (19/2) berikut 8 kesalahan umum saat menjalankan puasa Ramadhan :
- Melewatkan sahur
Salah satu kesalahan paling umum adalah melewatkan sahur yang mana hal ini bisa membuat tubuh harus menahan lapar lebih lama tanpa bahan bakar energi.
Sahur sendiri memberi waktu bagi tubuh untuk menyimpan energi yang diperlukan untuk aktivitas harian selama puasa. Tanpa sahur, Anda lebih mungkin cepat lemas dan tidak fokus dalam bekerja atau belajar di siang hari.
Baca Juga: Ramalan Keuangan Zodiak Besok Jumat 20 Februari 2026: Aries, Taurus hingga Gemini
Makan seimbang saat sahur dengan karbohidrat kompleks dan protein dapat membantu mempertahankan kadar gula darah agar stabil.
Selain itu, sahur juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap aktif sepanjang puasa. Intinya jangan biarkan tubuh kosong terlalu lama tanpa asupan nutrisi sebelum puasa dimulai.
- Berbuka dengan makanan berat seketika
Pada dasarnya langsung makan makanan besar dan berlemak saat berbuka bisa membuat sistem pencernaan kaget setelah berjam-jam puasa. Makanan berat pasalnya dapat menyebabkan kembung, nyeri perut atau gangguan pencernaan.
Baca Juga: 4 Sunnah Berbuka Puasa yang Bermanfaat dan Bisa Menambah Pahala di Bulan Ramadhan
Sunnah berbuka puasa yang diajarkan Nabi adalah dengan makan kurma dan air putih untuk mempersiapkan lambung sebelum makanan utama.
Jadi, Anda bisa memulai berbuka puasa dengan makanan ringan yang mudah dicerna agar tubuh tidak merasa terkejut. Kemudian dilanjutkan dengan makanan seimbang secara bertahap agar tetap nyaman dan sehat.
- Minum minuman manis saat secara berlebihan
Minuman sangat manis seperti soda atau minuman bergula dapat menyebabkan lonjakan cepat gula darah setelah berbuka. Pasalnya lonjakan gula darah ini diikuti oleh penurunan energi secara drastis beberapa jam kemudian.
Mengganti minuman manis dengan air putih atau teh herbal tanpa kafein membantu menjaga keseimbangan gula darah.
- Tidak cukup minum air antara berbuka dan sahur
Ketika puasa berarti tidak minum dalam waktu yang lama yang artinya jika kekurangan cairan di waktu non puasa dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri bisa memicu sakit kepala, lemas, kesulitan berkonsentrasi dan gangguan fungsi tubuh.
Anda bisa minum air secara bertahap dari berbuka hingga sahur untuk menjaga hidrasi tubuh. Selain itu, mengonsumsi buah berair seperti semangka atau mentimun juga bisa membantu hidrasi.
- Tidur tidak teratur atau begadang
Banyak orang mengalami gangguan tidur karena harus bangun sahur dan aktivitas malam seperti tarawih sehingga pola tidur menjadi tidak sehat.
Kurang tidur pasalnya dapat mengubah hormon yang mengatur nafsu makan dan energi tubuh. Hal ini bisa membuat seseorang merasa lapar atau cepat lelah saat puasa.
Tidur siang singkat setelah dhuha dapat membantu pemulihan energi tanpa mengganggu tidur malam. Intinya kualitas tidur mempengaruhi mood, fokus dan kesehatan secara keseluruhan saat Ramadhan.
- Olahraga berat di siang hari
Melakukan latihan fisik berat di siang hari saat berpuasa tentu bisa membuat tubuh cepat lelah dan dehidrasi. Pasalnya olahraga berat meningkatkan kebutuhan cairan dan energi yang tidak dipenuhi saat berpuasa.
Akibatnya Anda lebih rentan mengalami kram otot atau sakit kepala. Sebaliknya , aktivitas ringan seperti jalan santai atau peregangan bisa membantu sirkulasi tanpa menguras energi.
- Langsung tidur setelah berbuka puasa
Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang langsung tidur sehabis berbuka puasa padahal hal ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan refluks lambung.
Selain itu, tidur segera setelah makan besar juga dapat mempengaruhi stabilitas gula darah dan kenyamanan tubuh.
- Kurang fokus spiritual dan ketenangan batin
Puasa bukan hanya menahan lapar tetapi juga kesempatan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Mengabaikan dzikir, doa dan refleksi diri dapat membuat puasa terasa hanya fisik semata.
Uniknya meditasi ringan, tarawih atau membaca Al-Qur’an bisa membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres saat berpuasa.