JawaPos.com – Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah wajib yang dilaksanakan oleh setiap Muslim. Sebelum memulai puasa, ada amalan utama yang harus diperhatikan yaitu niat sahur.
Niat sahur adalah bagian dari ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan yang sangat penting namun banyak orang yang menganggap remeh.
Padahal niat sahur ini membantu seorang Muslim menyambut puasa dengan kesadaran penuh dan keberkahan.
Bahkan niat sahur ini terbilang tidak hanya sekadar formalitas tetapi memiliki makna penting dalam menentukan keabsahan dan keberkahan puasa yang dijalankan.
Artikel ini membahas lengkap seputar niat sahur baik itu niat harian ataupun sebulan mulai dari lafal, keutamaan hingga cara melafalkan dengan benar sebagaimana dilansir dari laman Baznas dan NU Online Lampung, Selasa (17/2) :
- Apa itu Niat Sahur?
Sahur adalah makan atau minum yang dilakukan sebelum fajar untuk mempersiapkan diri menjalani puasa Ramadhan.
Niat sahur bukan hanya sekadar ucapan tetapi merupakan penguatan spiritual sebelum menahan makan dan minum.
Menurut buku fiqih klasik Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, sahur merupakan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.
- Keutamaan Niat Sahur dalam Puasa
Menunaikan niat sahur memiliki beberapa keutamaan yang penting bagi setiap Muslim.
Keutamaan pertama, niat sahur mengartikan adanya rasa sungguh-sungguh dan komitmen kita dalam menjalankan ibadah puasa.
Dengan niat yang tulus, puasa yang kita laksanakan akan lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.
Kedua, niat sahur membedakan antara puasa yang dilakukan karena kewajiban agama dengan puasa yang dilakukan karena alasan lain misalnya untuk diet atau kesehatan.
Dengan melafalkan niat sahur, artinya kita menjalankan puasa semata-mata untuk memenuhi perintah Allah SWT.
Ketiga, waktu sahur adalah waktu yang penuh berkah. Rasulullah SAW bersabda, “Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang sahur”.
- Niat Sahur Harian
Niat puasa harian biasanya dilakukan setiap malam sebelum imsak. Niat ini diucapkan dalam hati atau sepatah kata sebelum fajar dan tidak perlu diulang berulang kali.
Baca Juga: Saatnya Naik Level dan Standar Hidup Berubah! 5 Shio Berpotensi Tempati Rumah Baru di 2026
Berikut lafal niat sahur harian :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ اسَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala)
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
- Niat Sahur Bulanan
Beberapa ulama membolehkan niat puasa sebulan sekaligus terutama di awal Ramadhan. Meskipun demikian, niat masih harus disertai sahur setiap pagi sebagai penguat puasa sehari-hari.
Berikut lafal niat sahur harian :
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala)
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
- Cara Melafalkan Niat Sahur yang Benar
Agar niat sahur yang kita ucapkan sah dan diterima, ada beberapa halyang perlu diperhatikan dalam melafalkannya :
- Niat sahur harus dilafalkan pada malam hari sebelum terbit fajar.
- Saat melafalkan, pastikan kita dalam keadaan sadar dan memahami makna dari niat yang diucapkan. Hindari melafalkan niat dalam keadaan mengantuk atau setengah sadar.
- Meskipun lafal sahur dalam bahasa Arab lebih utama, bagi yang tidak memahami bahasa Arab diperbolehkan melafalkannya dalam bahasa Indonesia.
- Usahakan untuk melafalkan niat sahur tidak tergesa-gesa dan diucapkan dengan benar sesuai tuntutan.