JawaPos.com – Kurma sangat identik dengan puasa dan bulan Ramadhan. Ketika waktu berbuka, banyak umat muslim yang memilih kurma sebagai santapan pertama.
Ya, mengonsumsi buah legit nan manis satu ini untuk berbuka puasa, termasuk saat Ramadhan, merupakan anjuran dari dari Nabi Muhammad SAW.
Dikutip dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, sunnah Rasulullah tersebut tertuang dalam hadits wirayawa Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah.
“Dari Anas bin Malik RA berkata, “Nabi SAW biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.”
Adapun jenis kurma ada bermacam-macam. Bahkan, salah satu kurma disebut-sebut sebagai ‘kurma Nabi’ dan sampai diriwayatkan dalam sebuah hadits. Penasaran kurma apakah yang dimaksud? Simak selengkapnya berikut ini.
- Medjool
Ada banyak jenis kurma yang berseliweran saat Ramadhan tiba, satu di antaranya ada medjool. Mengutip dari laman Originz, Medjool ini merupakan salah satu kurma terbesar di Arab Saudi.
Medjool mengandung banyak gula alami sehingga tak heran rasa manisnya begitu legit seperti karamel. Selain itu, ada juga kandungan bermanfaat lainnya seperti magnesium yang membantu tulang tetap kuat dan sehat untuk jantung.
- Sukkari
Kurma Sukkari memiliki warna emas punya dan ada rasa manis yang khas ketika disantap. Memilih Sukkari sebagai menu buka puasa ataupun camilan dinilai sehat lantaran buah satu ini kaya akan serat yang baik.
- Barhi
Apabila dibandingkan dengan kurma lain, Barhi cenderung kurang manis. Umumnya, Barhi memang dimakan ketika belum sepenuhnya matang sehingga warnanya tampak kekuningan serta memiliki tekstur renyah.
Meskipun tak seberapa manis, kandungan gizi Barhi boleh diadu. Kurma satu ini mengandung kalium, vitamin B, dan baik sebagai sumber serat.
- Khalas
Nama kurma Khalas berasal dari bahasa Arab yakni Khalasa yang berarti murni atau bening. Sejalan dengan arti nama tersebut, kurma Khalas memang dinilai memiliki kualitas tinggi.
Khalas dinikmati bukan sebatas karena rasa manisnya, melainkan dianggap mampu meningkatkan energi serta memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh.
- Ajwa
Ini lah jenis kurma yang disebut-sebut sebagai ‘kurma Nabi’. Tak heran ketika Ramadhan tiba, kurma Ajwa seringkali diincar oleh umat Muslim.
Keistimewaan kurma ini tertuang melalui sebuah Hadits Shahih Bukhari yang berbunyi ‘Barang siapa di waktu pagi makan tujuh butir kurma Ajwa, pada hari itu ia tidak akan kena racun maupun sihir’.
Dari segi manfaat kesehatan, Ajwa mengandung aktioksidan tinggi yang dapat melindungi kerusakan sel dari stress oksidatif. Jadi wajar saja apabila kurma Ajwa relatif lebih mahal daripada kurma lain.
- Khudri
Jenis kurma selanjutnya ada Khudri dengan tekstur agak kenyal dan berwarna coklat tua. Bukan hanya rasa manis yang menjadi daya tarik Khudri, tetapi juga kandungan vitamin dan mineral penting seperti zat besi di dalamnya.
- Safawi
Tekstur kurma Safawi cenderung lebih kering dan berwarna cokleat tua. Kurma ini kaya akan aktioksidan seperti halnya kurma Ajwa. Tak sampai disitu, Safawi juga tinggi serat sehingga baik bagi pencernaan.
Tak hanya lezat, setiap jenis kurma memiliki keistimewaannya masing-masing, baik dari segi rasa maupun manfaat kesehatan. Dari Medjool yang legit hingga Ajwa yang sarat makna, kurma bukan sekadar buah, tetapi juga bagian dari sunnah yang penuh berkah. Jadi, sudahkah Anda menemukan kurma favorit untuk menemani berbuka puasa Ramadhan tahun ini?