JawaPos.com - Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menemukan sejumlah bus yang tak layak jalan. Bus tersebut ditemukan bermasah dan tak direkomendasikan beroperasi mengangkut penumpang pada arus mudik.
Kepala BPTD Wilayah XIX Sulselbar Benny Nurdin Yusuf mengungkapkan, tiga bus ditemukan sama sekali tak memenuhi standar operasi pengangkutan penumpang. Mereka berasal dari 4 perusahaan otobus (PO) berbeda di Kota Makassar.
"Busnya tidak layak jalan karena kaca depan retak, sabuk keselamatan pengemudi tidak ada, ban belakang dua gundul semua," kata Benny di Makassar, Jumat (8/6).
Empat PO yang disidak adalah PO Borlindo, Piposs, Cahaya Bone dan Sulawesi Trans. Dari keempatnya kata Benny, 3 PO dinyatakan sudah memenuji standar layak jalan. Sementara untuk PO Borlindo, 3 armadanya setelah dilakukan pengecekan teknis, khususnya untuk rute Makassar-Palopo dan 2 bus Makassar-Tana Toraja sangat bersoal.
Benny menegaskan, bus ini bisa jalan jika larangan operasinya dicabut, hingga ada perbaikan. "Nanti saat diterminal juga akan ada pemeriksaan. Jika tidak laik, maka tidak dipasangi stiker laik jalan," jelas Benny.
Sidak sendiri dijelaskan Benny dilakukan sejak 4 hingga 6 Juni kemarin. Sidak ini bertujuan untuk melihat kondisi bus-bus dari sejumlah PO bus di Makassar yang akan digunakan untuk sarana angkutan mudik oleh penyelenggara mudik gratis 2018.
Jika 56 bus sebelumnya merupakan AKDP dan AKAP, maka kali ini seru Benny, ramp check dilakukan bagi kendaraan bermotor umum yang digunakan sebagai sarana Angkutan Mudik Gratis 2018 yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Mudik Gratis.
Ramp check ini juga menindaklanjuti surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat nomor HK 106/1/2/DRJD/2018 pada tanggal 8 Mei 2018 perihal ramp check terhadap kendaraan bermotor imum yang digunakan sebagai sarana angkutan lebaran.