← Beranda

Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak Kecil? Simak Penjelasannya!

Dina RahmawatiSenin, 18 Maret 2024 | 18.52 WIB
Ilustrasi sholat dengan menggendong anak

 

 

JawaPos.com - Dalam agama Islam, menjalankan sholat adalah kewajiban yang sangat penting bagi umat Muslim. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 103, yang berbunyi:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Artinya: “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Namun, terkadang orang tua, khususnya ibu, dihadapkan pada situasi di mana mereka harus merawat anak-anak mereka sekaligus menjalankan ibadah tersebut.

Dalam usaha untuk memenuhi keduanya, banyak orang tua memilih untuk menggendong anak-anak mereka saat melaksanakan sholat.

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah tindakan menggendong anak saat sholat ini diperbolehkan menurut hukum Islam?

Pada situasi tersebut, Islam memberikan kelonggaran bagi orang tua untuk menggendong anaknya ketika melaksanakan sholat.

Mengutip laman NU Online (18/3), hukum menggendong anak saat sholat adalah boleh. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik sebagai berikut:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِي: أَنَّ النَّبِي صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتِ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، وَلِأَبِي الْعَاصِ بْنِ رَبِيْعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ رَفَعَهَا

Artinya: “Dari Abu Qatadah al-Anshari: sesungguhnya Nabi SAW pernah sholat dengan menggendong Umamah binti Zainab binti Rasulullah, dan Abu al-‘Ash bin Rabi’ah bin Abd Syams. Jika sujud, beliau meletakkan anak itu, dan jika berdiri, beliau menggendongnya kembali.”

Meski demikian, terdapat dua aspek penting yang harus dipertimbangkan untuk memastikan keabsahan sholat sambil menggendong anak.

Pertama, kondisi anak yang digendong harus terjamin kesuciannya, baik dari segi badan maupun pakaian.

Jika terdapat najis di pampers atau pada pakaian dan tubuh anak, orang tua tidak diperbolehkan untuk menggendongnya. Sebab, hal tersebut dapat mengakibatkan batalnya sholat.

Kedua, orang tua yang sedang menjalankan sholat sambil menggendong anak harus berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari gerakan berlebihan yang dapat membatalkan sholat.

Hal ini sesuai dengan perkataan Imam Syafi’i dalam kitab Musnad Imam asy-Syafi’i, sebagai berikut:

شرط أن يكون ثياب الصبيان وأجسادهم طاهرة وإن الفعل القليل لا يبطل الصلاة وأن الأفعال إذا تعددت وتفرقت لا تبطل الصلاة .. وهو دليل مذهب الشافعي على صحة صلاة من حمل الصبي والصبية في صلاة الفرض والنفل للأمام والمأموم والمنفرد

Artinya: “Dengan syarat pakaian anak kecil, dan badannya harus suci. Gerakan yang sedikit tidak membatalkan sholat. Gerakan yang banyak, jika berbilangan dan tidak terus-menerus juga tidak membatalkan sholat (jika terus-menerus, maka batal). Dan ini adalah dalil dalam mazhab Syafi’i, perihal keabsahan sholat seseorang yang menggendong anak laki-laki atau pun perempuan, baik dalam sholat fardhu, maupun sunnah, bagi imam, makmum, dan orang yang sholat sendiri.”

Selain itu, sholat sambil menggendong anak juga harus tetap dilakukan dengan khusyuk dan penuh kesadaran terhadap Allah SWT dalam setiap gerakan.

Demikian penjelasan terkait hukum sholat sambil menggendong anak. Semoga dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat menjalankan ibadah dengan penuh rasa hormat dan ketaatan kepada Allah SWT.

 

 

EDITOR: Kuswandi