JawaPos Radar

Masjid Rahmat Kembang Kuning, Penentu Arah Kiblat di Surabaya

29/05/2017, 12:32 WIB | Editor: Ilham Safutra
Masjid Rahmat Kembang Kuning, Penentu Arah Kiblat di Surabaya
Warga menunaikan salat di Masjid Rahmat. Tampak kusen berukir dan di pintu terdapat lafaz Allah serta Muhammad. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA/JawaPos.com)
Share this

Setiap masji memiliki sejarah dan keunikannya. Begitu juga dengan Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya. Sebagai masjid tertua di Kota Pahlawan, ia memiliki keistimewaan tersendiri dan tidak  ada masjid lain yang memilikinya. Yakni, sebagai penentu waktu salat lima waktu di Kota Surabaya dan sekitarnya.

Moh Mahrus-Wartawan Radar Surabaya

“Sampai sekarang masjid Rahmat menjadi acuan penentu waktu salat lima waktu di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan sekitar,” ujar Ketua Yayasan Masjid Rahmat, Mansyur.

Entah mulai kapan masjid Kembang Kuning ini menjadi penentu waktu salat, Mansyur juga tak tahu. Karena semenjak dia bertugas di masjid itu selalu menjadi rujukan masjid-masjid lain dalam penentuan waktu salat. “Jadi masjid lain yang ada di Kota Surabaya dahulu bahkan sampai sekarang belum berani mengumandangkan azan, kalau masjid ini belum azan,” ungkap Mansyur.

Mengenai sebab masjid ini menjadi penentu waktu salat karena masjid yang dahulu disebut langgar tiban ini konon memiliki arah kiblat yang tepat ke Kakbah di Makkah, Arab Saudi. “Selain itu,  arah kiblatnya tidak pernah mengalami pergeseran,” bebernya.

Menurut Mansyur dulu ketika Indonesia sempat diramaikan mengenai pergeseran arah kiblat, tim pengukur dari pemerintah sempat takjub, saat mengukur arah kiblat di Masjid Rahmat ini. “Hasilnya, pemerintah tidak jadi melakukan perubahan posisi kiblat karena posisi kiblatnya di Masjid Rahmat sudah tepat,” ujarnya.

Sejalan dengan pengukuran pertama yang dilakukan oleh pemerintah, kemudian dilakukan kembali pengukuran arah kiblat dengan alat yang moderen dan sangat canggih. “Setelah dilakukan pengukuran kedua dengan alat yang canggih Masjid Rahmat ini juga tidak mengalami arah pergeseran kiblatnya. Sementara banyak masjid lain yang mengalami pergeseran,” tuturnya.

Dari peristiwa itulah kemudian hingga saat ini Masjid yang dulu dirawat oleh Ki Wirosuroyo alias Mbah Karimah menjadi satu-satunya masjid di Jawa Timur yang memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri.

“Salah satu media yang dimiliki masjid ini untuk menyampaikan jadwal waktu salat adalah radio. Jadi ketika masjid di sini azan maka akan live di radio milik yayasan ini,” kata Mansyur.

Mansyur menambahkan lebih-lebih pada bulan Ramadan seperti sekarang ini pasti banyak masyarakat Kota Surabaya yang mendengarkan radionya untuk menunggu waktu azan magrib baik untuk salat maupun berbuka puasa.

“Jadi pernah juga suatu saat dulu radio yayasan di sini mati. Kemudian warga Kota Surabaya dan masjid lain juga sempat bingung untuk mengumandangkan azan,” terangnya. (*/no/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up