alexametrics

Dorong Kemandirian Santri, Kemenpora Gelar Pesantren Ramadhan Pemuda

28 Mei 2019, 23:01:02 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi Pengembangan Pemuda menggelar gerakan wirausaha muda yang mengajak santri menjadi prioritas program. Hal ini sebagai tindak lanjut program investasi sumber daya manusia yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Soleh mengaku akan mendorong anak muda khususnya santri yang ahli mengaji untuk berwirausaha. Dengan begitu, nila-nilai keagamaan yang dimiliki bisa mendukung perjalannya dalam membangun usaha.

“Santri saat ini tidak cukup hanya dibekali kecapakan agama, tapi juga kecapakan hidup lain di antaranya wirausaha. Santri lebih siap saat terjun langsung di masyarakat. Kemandirian ekonomi menopang aktivitas dakwah dan bermanfaat untuk ummat,” terang Asrorun saat acara Pesantren Ramadhan Pemuda bertema Meningkatkan Kemampuan Wirausaha Santri Menuju Kemandirian Ekonomi di Pondok Pesantren Tebar Iman, Tangerang Selatan, baru-baru ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari program-program pengembangan kewirausahaan di kalangan anak muda yang digagas Deputi Pengembangan Pemuda. “Anak muda zaman sekarang harus didorong menekuni dunia wirausaha. Apalagi Indonesia akan menghadapi bonus demografi 2030 mendatang. Semakin banyak wirausaha muda akan semakin bagus ekonomi Indonesia. Kita akan gandeng semua pihak untuk menjadikan wirausaha sebagai trend centre anak muda khususnya santri,” katanya.

Sementara itu, Kabag Organisasi Kepemudaan Kemenpora Abdullah Mas’ud menuturkan, moral yang bagus harus dibarengi dengan skill atau kompetensi kerja yang bagus agar santri memiliki nilai plus dalam membangun masa depannya. “Santri mempunyai modal penting dalam membangun pertumbuhan ekonomi nasional. Selain agama, paling tidak ada tiga bekal utama yang dimiliki santri di pesantren yakni mandiri, disiplin, dan jujur. Jika ini diasah secara intens akan melahirkan generasi yang tangguh,” tuturnya.

Panitia pelaksana Khirzul Alim menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan menggandeng trainer dari Indonesia Youth Forum (IYF) dan Creator School. Peserta dibekali dengan berbagai materi tentang wirausaha, di antaranya, Public speaking, financial planing, marketing startegy, business proposal, hingga web development.

Tidak hanya teori, peserta diajak langsung mewujudkan ide-ide inovatifnya tentang wirausaha lewat product research. “Di akhir sesi, para peserta diberi kesempatan mempresentasikan ide produk wirausahanya secara detail kepada trainer dan peserta yang lain. Ke depan, semoga kewirausahaan santri ini menjadi tren dan mampu melahirkan entrepreneur muda di kalangan santri,” jelasnya.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads