Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 April 2023 | 01.04 WIB

Lewat Pansela, ya Mudik, ya Wisata Pantai

SEJAJAR PANTAI: Foto udara pansela Puger, Jember (15/4). Jalur itu menghubungkan wilayah Jember dan Lumajang. - Image

SEJAJAR PANTAI: Foto udara pansela Puger, Jember (15/4). Jalur itu menghubungkan wilayah Jember dan Lumajang.

JALUR lintas pantai selatan (pansela) memang belum tersambung penuh. Namun, jalan itu sudah bisa dipakai untuk mendukung aktivitas mudik. Tim Jawa Pos menyusuri jalur tersebut pada 13–16 April.

Dari Glonggong, Pacitan, hingga Panggul, Trenggalek, akses pansela sudah terbangun mulus. Pemudik dari Jawa Tengah bisa melintas ke wilayah Pacitan dan Trenggalek lewat jalan nasional. Namun, akses dari Panggul–Craken menuju Munjungan masih berupa jalan sempit dengan lebar sekitar 4 meter. Akses ini biasa dilewati sepeda motor.

Pengendara mobil diminta hati-hati. Akses pansela sesuai dengan standar jalan nasional yang terbangun di ruas Craken–Munjungan baru 5,7 kilometer. ”Jalannya naik tinggi, juga sempit, harus hati-hati,” ucap Tumijan, 53, warga Desa Banjar, Panggul.

Peringatan warga itu membuat Jawa Pos akhirnya memutar untuk meneruskan perjalanan ke Prigi, Trenggalek. Dari sana, akses baru pansela telah terbangun. Membentang dari Prigi, Trenggalek, menuju Klatak, Tulungagung. Panjang jalan baru itu mencapai 18,18 kilometer. Jalan tersebut kemudian menyambung hingga Brumbun yang rampung sebelumnya. Total, ada 36,04 kilometer jalan yang tersambung di ruas ini. Di akses penghubung dua kabupaten ini juga sudah tersambung jalan sirip yang bisa diakses dari kota masing-masing.

Jawa Pos sempat menjajal jalan anyar Prigi–Klatak yang baru dibuka pada arus mudik Lebaran ini. Menyusuri akses tersebut, sepanjang perjalanan mata akan mendapat suguhan bentang perbukitan kapur dan tampilan pantai cantik khas pansela. Di antaranya, Pantai Mutiara, Pantai Gemah, dan Pantai Widodaren.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 (Pansela 1) Jatim Tommy Ardiansyah menyatakan, akses pansela dari Trenggalek–Tulungagung sebenarnya sudah tersambung. Jika dihitung dengan jalan existing milik pemkab. ”Tapi, memang jalannya belum standar,” paparnya.

PENGHUBUNG WISATA: Pansela ruas Tambakrejo-Serang yang menghubungkan dua area wisata di Kabupaten Blitar, Pantai Tambakrejo dan Pantai Serang.

Dari perbatasan Tulungagung, perjalanan ke arah Kabupaten Blitar harus keluar dari pansela. Di kabupaten ini, ruas Molang–Bululawang sepanjang 4,8 kilometer sudah terbangun pada akhir 2021. Setelah itu, akses pansela baru tersambung lagi di ruas Tambakrejo–Serang sepanjang 12,8 kilometer. Jalanan yang menghubungkan Pantai Tambakrejo–Serang yang rampung pada Oktober 2022 itu ramai dilalui masyarakat lokal. Mereka memanfaatkan pansela untuk mengangkut hasil tebu dan mencari rumput. Tampak pula beberapa pengunjung luar kota yang melintas dan ingin menikmati suasana pantai.

Beberapa pantai bisa ditengok di ruas ini. Yakni, Pantai Gondo Mayit, Pantai Keben, Pantai Selok Dadap, Pantai Pudak, Pantai Bakung, Pantai Serit, dan Pantai Serang.

Terdapat pula posko mudik di antara ruas jalan ini. Dengan fasilitas ruang klinik, toilet, dan musala. Terlihat beberapa warga juga memanfaatkan ruas jalan ini untuk membuka warung makan semipermanen.

PENGHUBUNG WISATA: Pansela ruas Tambakrejo-Serang yang menghubungkan dua area wisata di Kabupaten Blitar, Pantai Tambakrejo dan Pantai Serang.

Dari Blitar ke Kabupaten Malang, jalur pansela belum tersambung penuh. Di Malang, pansela mengular sepanjang 50,86 kilometer. Melewati belasan pantai dengan pasir putih yang membentang hingga perbatasan Lumajang. Meski belum tersambung penuh, akses Malang ke Lumajang bisa ditempuh lewat Dampit, lalu melintas ke Jembatan Besuk Kobokan yang baru difungsikan sepekan lalu. Jembatan baja sepanjang 140 meter itu bisa memangkas waktu bagi pemudik yang ingin pergi ke Lumajang dan Jember dari Malang.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Apri Artoto menyebutkan, saat ini pansela di Jatim yang terbangun hingga akhir April mencapai 368,87 kilometer di antara total panjang pansela yang mencapai 628,39 kilometer. Apri menambahkan, saat ini memang pansela belum bisa dipakai untuk mudik. Namun, pansela bisa difungsikan sebagai tambahan mendukung aktivitas mudik. Khususnya bagi masyarakat yang ingin mengunjungi wisata-wisata di pantai selatan Jatim. ”Jalur pansela yang terbangun bisa mendukung akses wisata,” tuturnya. (elo/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore