Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 April 2022 | 00.10 WIB

Kisah Kekuatan Istighfar dan Terkabulnya Doa

Ilustrasi: Pengikut Habib Muda Seunagan mulai puasa 1 Ramadan, Senin (14/5). - Image

Ilustrasi: Pengikut Habib Muda Seunagan mulai puasa 1 Ramadan, Senin (14/5).

JawaPos.com–Pada masa ulama Islam Imam Ahmad bin Hanbal hidup, konon doa seorang tukang roti dikabulkan Allah akibat suka beristighfar. Cerita itu berawal ketika Imam bin Hambali melakukan perjanan jauh atau menjadi musafir.

”Saat itu, singkat cerita Imam Ahmad bin Hanbal melakukan perjalanan yang sangat jauh dan berhari-hari. Kemudian pada suatu malam, dia tak dapat menemukan tempat untuk beristirahat,” papar Ketua Dharma Wanita Persatuan Hj Zulfatul Mufidah ketika menceritakan ulang pada JawaPos.com, Selasa (12/4).

Kemudian, Imam Ahmad bin Hanbal berhenti di sebuah surau atau masjid. Dia pun beristirahat di sana selama beberapa waktu.

”Ketika hari beranjak malam, dia meminta izin kepada takmir atau marbot masjid untuk bermalam di sana,” lanjut Zulfatul.

Bukannya diterima, Imam Ahmad bin Hanbal justru malah diusir. Bahkan, bukan dengan nada halus atau diminta pergi, sang imam diusir sambil dimarahi habis-habisan.

”Kalau bahasa arabnya itu kayak sudah diminta pergi dengan ungkapan yang kasar sekali. Padahal beliau sudah memohon. Karena hari sudah malam dan tidak ada lagi tempat untuk beristirahat,” jelas Zulfatul Mufidah.

Apa daya, takmir masjid tetap memintanya untuk pergi. Tanpa perlawanan, dia pun langsung keluar dari masjid dengan tubuh lemas karena tak tahu lagi harus kemana dan bagaimana berlindung dari udara dingin saat malam tiba.

”Dia pun berjalan jauh. Dia ketuk pintu satu demi satu dan memohon untuk beristirahat. Tapi semua pemilik rumah menolak. Dia pun berjalan lagi tanpa tahu arah,” ujar Zulfatul Mufidah.

Sang imam sampai di ujung jalan. Seluruh rumah telah diketuknya. Semua pemilik rumah menolaknya. Tak ada pilihan lagi selain mencoba mengetuk pintu rumah di ujung jalan yang lampunya masih menyala itu.

”Dari luar, terdengar suara orang sedang mengaduk adonan. Dia mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Namun tidak ada jawaban,” papar Zulfatul.

Tak pantang menyerah, dia kembali mengetuk pintu. Beruntung, pintu terbuka dan tampak seorang lelaki keluar dari rumah sambil menjawab salamnya.

”Ternyata itu rumah pembuat roti yang. Pembuat roti membawakan air dan kudapan. Namun, ada yang aneh. Pembuat roti sibuk berkomat-kamit selama memberikan makanan itu,” tutur Zulfatul Mufidah.

Imam bin Hambali pun bertanya. Mengapa pembuat roti itu berkomat-kamit terus? Lalu dijawab, karena pembuat roti beristighfar terus menerus.

”Imam Ahmad bin Hanbal pun bertanya, mengapa terus menerus beristighfar? Dijawabnya, karena semua permintaan pembuat roti dikabulkan Allah. Namun masih ada 1 permintaan yang kata dia masih belum dikabulkan Allah,” ujar Zulfatul Mufidah.

Apa itu? Tanya Imam Ahmad bin Hanbal. Ternyata pembuat roti ingin bertemu dengan Imam bin Hambali yang termasyhur. Padahal, saat itu Imam Hambali sedang berada di rumahnya.

”Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, aku adalah Hambal yang ingin kau temui. Ternyata dengan membaca istighfar terus menerus, Allah mendengar doa yang dipanjatkan dan membuat semesta mengabulkan doa tersebut,” ucap Zulfatul Mufidah.

Dari cerita tersebut, Zulfatul Mufidah mengingatkan, membaca istighfar memiliki beragam keutamaan. Salah satunya adalah lebih dekat dengan Allah.

Menurut dia, ketika beristighfar, mengakui kebesaran-Nya. Sebagai manusia pun bisa berkomunikasi dengan Allah.

”Sambil beristighfar di berbagai kegiatan pun, Allah mendengar apa yang kita katakan dan inginkan. Dengan demikian, terbangun hubungan dengan Allah,” tutur Zulfatul Mufidah.

Pada Ramadan, lanjut dia, merupakan momen yang tepat untuk terus memanjatkan istighfar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. ”Selain mendapatkan kesempatan untuk dikabulkan doa, kita juga mendapat ampunan Allah SWT,” ucap Zulfatul Mufidah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore