JawaPos Radar

Tradisi Open House, Risma Bersyukur Surabaya Kondusif Saat Lebaran

15/06/2018, 09:59 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Tradisi Open House, Risma Bersyukur Surabaya Kondusif Saat Lebaran
Suasana open house di rumah dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Dida Tenola/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Atmosfer Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Surabaya berlangsung dengan syahdu, Jumat (15/6). Sebagian warga Kota Pahlawan menunaikan salat Ied di Taman Surya, Balai Kota Surabaya. Selepas salat, mereka melakukan halal bihalal ke rumah dinas Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini.

Risma memang memiliki tradisi open house. Rumah dinasnya terbuka bagi siapapun yang ingin menyambung tali silaturahmi. Mulai pejabat teras, hingga rakyat jelata.

Berdasar pantauan JawaPos.com, Risma ditemani oleh suaminya, Djoko Saptoadji; putra sulungnya, Fuad Bernardi; menantunya Erra Masyita Maharani; serta cucunya Gwen Syareefa Bernardi. Mereka menyambut para tamu yang datang di dekat pintu ruang tamu.

Tradisi Open House, Risma Bersyukur Surabaya Kondusif Saat Lebaran
Suasana open house di rumah dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Dida Tenola/ JawaPos.com)

Masyarakat yang datangpun bisa bersalaman dan berfoto dengan Risma. Tidak ada sekat. Semuanya membaur. Risma bahkan tak segan mengucapkan permintaan maaf terlebih dahulu kepada warga, meskipun secara pribadi dia tidak mengenalnya.

Risma sendiri menyambut lebaran dengan penuh syukur. Pasca serangkaian teror bom yang menyerang Surabaya, masyarakat sudah bisa bangkit kembali. "Luar biasa karena kita mengalami musibah yang luar biasa. Saya bersyukur satu bulan ini relatif kondusif," ucap Risma kepada wartawan.

Selain itu, masyarakat juga sudah tidak trauma. Perekonomian Surabaya berjalan normal dan berangsur-angsur membaik.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu mengucapkan selamat berlebaran bagi warganya. "Saya berharap warga menjaga tali silaturahmi bersama," tuturnya.

Dia juga meminta agar masyarakat Surabaya jangan sampai terpecah belah dengan perbedaan sekecil apapun. "Perbedaan itu harus buat kita semakin dewasa. Untuk memahami bahwa Tuhan menciptakan berbeda-beda," kata perempuan asal Kediri itu. 

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up