JawaPos Radar

Kusyuknya Shalat Ied Terakhir di Masjid Tengah Tol

15/06/2018, 08:53 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kusyuknya Shalat Ied Terakhir di Masjid Tengah Tol
Suasana shalat ied berjamaah di Masjid Baitul Mustagfirin yang berdiri di tengah jalan tol fungsional Batang-Semarang KM 444, Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ratusan warga memadati Masjid Baitul Mustagfirin di Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan. Diselimuti suasana syahdunya matahari pagi. Mereka dengan kusyuk mengikuti aktivitas shalat ied berjamaah terakhir di dalam dan pelataran bangunan berwarna hijau itu.

Bisa dikata terakhir lantaran warga tak bakal lagi bisa mengulang momen yang sama tahun depan. Lantaran Masjid Baitul Mustagfirin sendiri bakal dibongkar dalam waktu dekat sebagai dampak proyek tol fungsional Batang-Semarang.

Begitulah adanya, banyak warga yang pada akhirnya harus merelakan kepergian bangunan yang sudah ada sejak tahun 1960an ini. Banyak dari mereka yang mengaku hanya bisa pasrah dan mencoba ikhlas.

Kusyuknya Shalat Ied Terakhir di Masjid Tengah Tol
Suasana shalat ied berjamaah di Masjid Baitul Mustagfirin yang berdiri di tengah jalan tol fungsional Batang-Semarang KM 444, Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

"Sedih juga sebenarnya, saya dari kecil shalat ied atau shalat berjamaah lainnya di masjid ini. Sebelum saya lahir sudah ada ini bangunan," ujar Aris, 29, yang mengaku sebagai warga Tambakaji RT 1.

Meski demikian, Aris sendiri tak mau terlalu dirundung lara. Karena menurutnya, pihak pengembang tol sendiri dalam hal ini PT Waskita Karya sudah melakukan yang terbaik, terutama bagian ganti rugi.

"Ya ini tadi shalat mau nggak mau harus dengar lalu lalang kendaraan. Walau sedih, saya ikhlas karena pelaksana proyek sudah mengganti lahan dan bangunan masjid baru 60 meter dari sini," sambungnya.

Hal senada juga diungkap Nur Qosim, Takmir Masjid Baitul Mustagfirin yang mengatakan bahwa mewakili warga setempat, dirinya bakal menerima apa adanya terkait proses relokasi masjid ini. Asalkan pihak pengembang mampu menepati janji mereka, yakni menyediakan lahan dan bangunan pengganti.

"Asalkan luas tak kurang dari tanah dan bangunan yang lama. Dan dari info yang saya ketahui, sekarang pembanguan masjid pengganti sedang berproses. Soalnya ini juga hasil swadaya masyarakat masjidnya," katanya.

Namun, ia belum bisa menyebut kapan tepatnya masjid tersebut akan dibongkar. Yang jelas menurutnya harus ada bangunan dan lahan pengganti yang sesuai agar paling tidak bisa dipakai sebagai tempat shalat berjamaah.

Dikonfirmasi sebelumnya, Nana Sumarsana, General Manager Keuangan, SDM, dan Umum PT. Jasa Marga Batang-Semarang mengungkap, adanya shalat ied berjamaah tahun ini merupakan permintaan dari warga. Oleh karenanya, pihaknya juga bersedia bekerjasama dengan cara memfasilitasi.

"Ada petugas yang jaga untuk memberi tanda kepada pemudik," tulisnya melalui pesan singkat.

Sementara kegiatan shalat ied berjamaah di tengah tol kali ini tak hanya diikuti oleh warga sekitar. Banyak pemudik asal luar kota yang kebetulan melintas di jalur tersebut, ikut menunaikan ibadah sunnah mereka, dimana banyak pula dari mereka yang kemudian berfoto-foto ria.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up