JawaPos Radar

420 Napi Kedungpane Dapat Remisi Idul Fitri

15/06/2018, 10:18 WIB | Editor: Bintang Pradewo
420 Napi Kedungpane Dapat Remisi Idul Fitri
Sejumlah narapidana Lapas Kedungpane melaksanakan ibadah Shalat Ied di dalam dan pelataran Masjid lapas At Taubah, Semarang, Jumat (15/6). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tak kurang dari 420 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Semarang atau Kedungpane mendapat remisi Idul Fitri. Potongan masa hukuman diberikan secara simbolis usai ibadah Shalat Ied 1 Syawal 1439 Hijriyah di Masjid lapas At Taubah, Jumat (15/6) pagi.

Kepala Lapas Kedungpane, Dadi Mulyadi, dalam sambutannya berujar bahwa pihaknya telah menerima salinan remisi Idul Fitri untuk 420 WBP. Jumlah itu adalah sebagian dari 499 yang diajukan oleh pihaknya ke Kementrian Hukum dan HAM. “Diproses secara bertahap. Jumlah remisinya juga bervariasi. Mulai 15 hari hingga dua bulan,” Jelas Dadi, Jumat (15/6).

Dari sekian banyak napi penerima potongan masa hukuman tadi, lanjutnya, ada satu napi kasus terorisme bernama Barkah Nawasaputra yang juga diajukan untuk mendapat remisi. Meski begitu, Dadi mengaku belum memperoleh salinan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) terkait keputusan akhirnya.

“Barkah sudah tiga kali mendapat remisi. Sepertinya nanti dapat lagi,” imbuh Dadi sembari menambahkan informasi mengenai adanya delapan napi tipikor diantara ratusan warga binaan tadi yang juga mendapatkan remisi.

Lebih lanjut, sang Kepala Lapas menyebutkan bahwa remisi merupakan hak bagi para WBP yang dinilai memenuhi telah memenuhi sejumlah kriteria. Namun ia juga meminta mereka yang belum beruntung mendapatkan pemotongan masa hukuman, diharap bersabar dan terus bersikap dengan baik.

“Bagi WBP yang belum mendapat remisi, mohon bersabar. Kriteria penilaian juga berdasarkan sikap selama dalam lapas,” katanya lagi.

Sementara pada pelaksanaan ibadah shalat ied di lapas sendiri, nampak para warga binaan melaksanakannya dengan khusyuk. Selepasnya, mereka saling bermaaf-maafan dengan bersalaman dan berpelukan, sembari tertawa lepas.

Dadi mengatakan jika pada momen hari raya ini, perayaan bukanlah hal yang utama. Melainkan, bagaimana menjadikan kesempatan ini untuk merenungi masa depan, terutama bagi warga binaan.

“Lebih kepada memandang masa depan setelah selesai menjalani hukuman. Bagaimana para warga binaan bersikap setelahnya, itu yang menjadi penting,” tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up