alexametrics

Cara Anies Atasi Ketimpangan Sosial Selama Ramadan di Jakarta

15 Mei 2019, 02:17:23 WIB

JawaPos.com – Momentum Ramadan 1440 H dioptimalkan Pemprov DKI Jakarta dengan kembali menggelar bersama warga ibu kota. Dengan menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT), Pemprov DKI Jakarta mengadakan Berbuka Bersama Jakarta Bahagia (BBJB).

BBJB tersebut menyasar ratusan RT (ruku tetangga, red) di dua wilayah, yakni Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ketimpangan sosial masih terjadi hampir di setiap kota besar. Terutama di seantero Jakarta. Ketimpangan itu dapat dilihat dari sisi jarak antarkota yang semakin tipis. Sementara perbedaan di dalam kotanya semakin besar bahkan meluas.

“Banyak yang mengadakan buka puasa bersama. Di waktu yang sama banyak juga makanan sisa yang terbuang. Padahal di waktu yang sama pula banyak warga yang berbuka tanpa mengkonsumsi secuil pun nasi,” ungkap Anies saat acara penandatanganan kerja sama di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Selasa (14/5).

Dengan kehadiran BBJB yang kedua kalinya ini, Anies berharap dapat menjadi upaya untuk menghilangkan ketimpangan sosial tersebut. Langkah itu dapat diciptakan dengan terus adanya kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dan lembaga kemanusiaan. Dengan cara itu akan ada lebih banyak warga yang bisa merasakan kebahagiaan bulan suci Ramadan.

“Saya merasakan langsung di lapangan bagaimana rasa bahagia itu terasa. Apalagi kalau menyaksikan lansia dan anak-anak. Mereka bisa merasakan makanan berbuka puasa yang lebih baik. Mungkin jauh dari apa yang biasa mereka konsumsi. Saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan pahala lewat memberikan kebahagiaan kepada mereka lewat panganan terbaik untuk berbuka bersama,” kata mantan mendikbud itu.

Baznas Jakarta menyerahkan bantuan berbuka bersama untuk 242 RT di DKI Jakarta dan disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ACT for JawaPos.com)

Serupa dengan tahun sebelumnya, Ramadan 1439 H, BBJB ini dikelola ACT dan Pemprov DKI Jakarta. Penyelenggarannya dikemas dalam bentuk dapur umum. Vice President ACT Ibnu Khajar menuturkan, dapur umum BBJB nantinya akan melibatkan masyarakat di masing-masing RT untuk ikut berkontribusi. Tujuannya menjadi satu-kesatuan. BBJB menjadi ikhtiar bersama dalam menghilangkan ketimpangan di Jakarta sekaligus mengentaskan kemiskinan.

“Mungkin bagi kita yang orang biasa, berbuka puasa bukan sesuatu yang sulit. Berbeda bagi mereka yang kurang mampu, itu menjadi sangat luar biasa. Alhamdulillah, BBJB kembali digelar. Semoga kami bisa terus melayani masyarakat dengan memberikan panganan bergizi untuk berbuka mereka,” terang Ibnu.

Acara penandatangan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah lembaga kemanusiaan, termasuk ACT, juga dihadiri oleh perwakilan dari enam wilayah sekaligus yang tercakup dalam pemerintahan DKI Jakarta. Enam wilayah itu antara lain Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Editor : Ilham Safutra