JawaPos Radar

Harga Sembako Melonjak Jelang Ramadan, Sandiaga: Ada Gejolak Rupiah

15/05/2018, 05:51 WIB | Editor: Ilham Safutra
Harga Sembako Melonjak Jelang Ramadan, Sandiaga: Ada Gejolak Rupiah
Pedagang menjual bawang merah di salah satu pasar tradisional di Jakarta Timur. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta telah berupaya menyiapkan segala stok kebutuhan pangan masyarakat. Akan tetapi ketersediaan itu tidak bisa menjamin harganya stabil menjelang bulan Ramadan. Buktinya belakangan ini harga sembako sempat terpantau naik.

Kenaikan harga ini ternyata tidak dipersoalkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Dia menyebut, stok pangan selama Ramadan aman. Jikapun ada kenaikan harga untuk komoditas telur ayam, jagung, dan kedelai, hal itu disebabkan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang kini berada di angka Rp 14 ribu.

"Kami memantau karena ada gejolak rupiah dan US dolar akan berdampak pada telur ayam, daging ayam, dan kemungkinan kedelai. Kedelai itu nanti kita lihat produk turunannya yaitu tempe dan tahu,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/5).

Harga Sembako Melonjak Jelang Ramadan, Sandiaga: Ada Gejolak Rupiah
Harga telur terus merangkak naik. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Sandi menerangkan, mahalnya harga pangan juga lantaran proses distribusi. Proses distribusi ini juga akan dibenahi. Kondisi itu terjadi untuk beberapa komoditas kebutuhan pangan. "Fokus kita termasuk bawang putih karena bawang putih ada yang impor,” jelas politikus Partai Gerindra itu.

Sandiaga memastikan dalam kenaikan harga pangan ini tidak ada permainan dari pihak penimbun yang biasanya bermain pada saat Ramadan. Untuk itu, Pemprov DKI menurunkan Satgas untuk menindak tegas para pelakunya.

"Alhamdulillah laporan dari keadaan terkini bahwa spekulasi yang dilakukan oleh pedagang tersebut sudah ditindak dan sudah semakin berkurang,” tutur Sandi.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up