JawaPos Radar

Sandiaga Akui Banyak Pedagang Sengaja Mainkan Harga Daging Sapi

14/06/2018, 05:55 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Sandiaga Akui Banyak Pedagang Sengaja Mainkan Harga Daging Sapi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat sidak pasar jelang bulan Ramadan. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih berupaya untuk menekan harga pangan menjelang Lebaran Idul Fitri 1439 H yang jatuh pada lusa mendatang. Selama Ramadan, Pemprov telah berjanji menjaga stabilitas harga bahan pokok termasuk juga daging.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui adanya lonjakan harga yang terjadi di beberapa wilayah ibu kota. Menurutnya, hal itu lantaran jenis sapi bermacam-macam sehingga mempengaruhi harganya.

“Di beberapa tempat memang harganya lain karena jenis dagingnya juga lain, jenis sapi juga lain, yang kita pantau kemarin stabilnya Rp 120 ribu di pasar Senen,” ujarnya saat ditemui di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, Rabu (13/6).

Sandiaga Akui Banyak Pedagang Sengaja Mainkan Harga Daging Sapi
Harga daging sapi meroket jelang Lebaran di Pasar Slipi, Jakarta Barat. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)

Dia berjanji akan lebih memerhatikan daging sapi yang menjadi favorit masyarakat sebagai menu berlebaran. Pihaknya akan kembali melancarkan program stabilitas pangan.

Sementara itu, Sandi pun tidak menepis temuan kesengajaan pedagang untuk menaikkan harga daging di pasaran. Banyak dari mereka yang curang dan memanfaatkan momen hari raya.

“Memang ada beberapa pedagang masih coba menaikkan karena ini injury time, karena mereka bilangnya ya ‘cuma setahun sekali pak’,” tutur dia.

Namun begitu, Politikus Partai Gerindra itu tetap mengklaim harga pangan stabil dibanding tahun sebelumnya. “Tapi ini jangan sampai mendistorsi bahwa keadaan pangan itu nggak stabil, justru berdasarkan data-data bahwa tahun ini harga pangan lebih stabil dari tahun kemarin,” pungkas Sandi.

Sebelumnya, pantauan JawaPos.com di Pasar Slipi Jaya, Jakarta Barat, harga daging sapi dan ayam pun mulai naik. Tidak tanggung-tanggung, para pedagang beralasan naiknya harga dikarenakan stok daging yang menipis.

"Sekilo itu sekarang daging sapi sekitar yang Rp 140 ribu, awalnya Rp 120 ribu. Sekitar Rp 20 ribu turunnya, ketengan ada yang lebih mahal lagi daging HAS Rp 160 ribu," jelas salah satu pedagang Daging Sapi, Wawan, 35 kepadaJawaPos.com di Pasar Slipi Jaya, Jakarta Barat, Rabu (13/6).

Wawan menyampaikan kenaikan harga di kiosnya telah terjadi sejak kemarin (12/6). Bahkan, dibandingkan hari biasa dirinya merasa cukup mendapatkan keuntungan walau hanya 15 persen.

"Udah H-3 Lebaran dari kemarinlah udah naik. Namanya juga menjelang Lebaran pasti naik, kebutuhan buat bikin gulai, rendang macem-macem," terangnya. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up