JawaPos Radar

Arus Mudik Lebaran 2018

Macet di Tol Cikampek, 18 Km Ditempuh Dengan 3 Jam Perjalanan

14/06/2018, 13:05 WIB | Editor: Ilham Safutra
Macet di Tol Cikampek, 18 Km Ditempuh Dengan 3 Jam Perjalanan
ONE WAY: Tingginya arus mudik kendaraan roda empat yang melewati Tol Cipali menuju Jateng Jatim, membuat polisi memberlakukan one way di dua ruas jalan Tol Cipali (Andri Wiguna/Radar Cirebon/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Arus mudik Lebaran tahun ini belum sepenuhnya bebas dari kemacetan parah. Kemarin (13/6) ribuan kendaraan merayap, bahkan berhenti, saat hendak masuk tol Jakarta-Cikampek. Pemerintah sudah memprediksi akan ada puncak arus mudik kedua, tapi tidak mengantisipasi dengan baik.

Berdasar data yang dirilis PT Jasa Marga, total ada 104.690 kendaraan yang masuk tol Cikampek kemarin. Jumlah itu tertinggi dalam tiga hari terakhir. Tapi masih di bawah jumlah kendaraan yang melalui ruas tol tersebut Sabtu (9/6) yang mencapai 109 ribu.

Saking parahnya kemacetan, dibutuhkan waktu tiga jam untuk menempuh jarak 18 kilometer (km). Artinya, laju kendaraan hanya 6 km per jam. Sangat lambat! Selain di tol Jakarta-Cikampek, kemacetan terjadi di ruas tol Cipali. Hal yang sama terjadi di tol Kanci-Palimanan. Namun, yang paling parah adalah Cikampek.

Macet di Tol Cikampek, 18 Km Ditempuh Dengan 3 Jam Perjalanan
Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Tol Fungsional Trans Jawa Kabupaten Kendal (RAKA DENNY/JAWAPOS)

Salah seorang pemudik bernama Habibi menyatakan, dirinya bersama keluarga masuk tol Cikampek Km 19 kemarin sekitar pukul 10.00. Sejak awal masuk tol arus kendaraan memang tersendat. "Saat di dalam lebih parah lagi macetnya," ucap dia.

Hingga pukul 13.00, mobil yang dikemudikan Habibi baru sampai di km 37. Dengan begitu, dapat dipastikan, hanya untuk 18 km dibutuhkan waktu sekitar tiga jam. "Padat parah," keluhnya.

Habibi sempat menggunakan peta elektronik untuk mengecek panjang kemacetan. Tanda kemacetan terlihat sampai km 50. "Mungkin sudah terurai di depan. Semoga tidak macet lebih parah."

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombespol Yusuf menjelaskan, kepadatan lalu lintas di tol Cikampek terjadi sejak malam. Penyebabnya adalah volume kendaraan sekaligus adanya penyempitan jalan di km 33. "Kemacetan terjadi hingga km 19. Rest area di sekitar situ juga ditutup karena sudah terlalu penuh," ujarnya.

Menurut Yusuf, dilakukan upaya rekayasa lalu lintas berupa contraflow di km 35. Tujuannya ialah mengantisipasi kemacetan akibat penyempitan jalan. "Karena dampak pembangunan, tapi belum dibersihkan semua bahan proyeknya," kata dia.

Mengapa terjadi kemacetan parah, padahal kendaraan yang lewat lebih sedikit? Kabagops Korlantas Kombespol Benyamin menjelaskan, penyebabnya adalah kedatangan kendaraan yang hampir bersamaan. "Berbeda dengan Sabtu, yang waktunya bertahap," ucapnya.

Pemudik hampir datang bersamaan ke Cikampek sejak Rabu pagi hingga siang. Kondisi itu membuat pengaturan contraflow perlu dimaksimalkan. "Kami berusaha memperlancar," katanya.

Sementara itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai kemacetan yang terjadi kemarin sudah terprediksi. Bahkan, kemacetan akan terjadi hingga hari ini. Salah satu faktornya, sebagian masyarakat memilih mudik pada 13-14 Juni. Pada 13 Juni banyak karyawan swasta yang baru mendapatkan cutinya.

"Cuma untuk antisipasi ada diskresi dari Korlantas," ucap anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu.

Djoko mengatakan, yang terpenting dalam penanganan macet ini adalah kendali di pintu masuk tol. Pengendalian di pintu tol, misalnya dengan ditambahnya jumlah gerbang tol, membuat kesan antrean tidak terlalu panjang.

"Berjalan dengan laju 30 km per jam tidak masalah," ungkapnya. Kecepatan tersebut, menurut Djoko, masih dalam batas toleransi. "Kalau macet bisa stres," tambahnya.

Djoko memprediksi arus balik justru lebih lancar. Salah satu penyebabnya adalah durasi yang lebih panjang. "Pekerja non­formal tidak tergesa-gesa ke Jakarta," tutur Djoko. 

(idr/lyn/c9/ang)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up