JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bisnis Musiman, Keuntungan Jutaan Rupiah

14 Juni 2018, 04:52:10 WIB | Editor: Budi Warsito
Bisnis Musiman, Keuntungan Jutaan Rupiah
Salah satu penyedia jasa uang di sekitar Alun-alun Bojonegoro, bernama Faizal, 24, asal Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bisnis musiman berupa jasa penukaran uang baru marak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim). Bagi sebagian orang, bisnis ini dianggap sepele. Namun kennyataannya, bisa menghasilkan keuntungan jutaan rupiah.

Salah satu penyedia jasa uang di sekitar Alun-alun Bojonegoro, bernama Faizal, 24, asal Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) mengaku, menjalani bisnis jasa musiman ini, sudah hampir enam tahun. 

Faizal mengatakan, dengan usaha ini per harinya, ia bisa membawa pulang keuntungan mencapai Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta per hari. "Bisnis jasa ini sudah bertahun-tahun saya geluti. Ini merupakan momen berkah menuju lebaran," kata Faizal, di Bojonegoro, Rabu (13/6).

Faizal menyediakan penukaran uang baru pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. Di mana setiap penukaran Rp 100 ribu dikenakan tarif tambahan sebesar Rp 10 ribu atau 10 persen dari penukaran. Demikian pula untuk penukaran uang dalam jumlah besar, akan dikenakan aturan sama.

"Dalam sehari saya bisa menghabiskan lima puluh juta rupiah uang pecahan. Memang untungnya banyak, namun saya hanya mendapatkan bagian empat puluh persen, sedangkan enam puluh persen dari keuntungan untuk bos, sabagai pemodal," tuturnya. 

Jasa penukaran uang perorangan ini, menjadi pemandangan umum jelang lebaran. Dimana uang hasil penukaran tersebut, biasanya digunakan masyarakat untuk memberikan sedikit rezeki kepada sanak famili atau keluarga dekat yang telah menjadi tradisi turun temurun di Indonesia.

Mendekati hari raya lebaran seperti ini, sejumlah titik keramaian di Bojonegoro khususnya jalan di area Alun-alun mulai dipenuhi para penyedia jasa penukaran uang yang diminati warga.

Selain itu, dia mengatakan bahwa, baru akan pulang kampung sekitar H-1 lebaran. Karena, satu minggu sebelum lebaran banyak masyarakat yang menukarkan uang. Lantaran pada hari-hari menjelang lebaran, sebagian besar bank sudah tutup.

"Biasanya lebaran kurang seminggu sampai tiga hari penukaran uang melonjak. Dalam satu hari bisa mencapai puluhan sampai ratusan orang yang menukarkan uangnya," tutupnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up