JawaPos Radar

Alaska: Tarif Toll Naik Jadi Pil Pahit Idul Fitri

14/06/2018, 10:41 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Alaska: Tarif Toll Naik Jadi Pil Pahit Idul Fitri
Antrean kendaraan saat masuk gerbang tol. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (ALASKA) memantau akan adanya pemberlakuan perubahan tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai Rabu (20/6) pukul 00.00 WIB.

Setelah perubahan itu, nantinya kendaraan golongan 1 berupa sedan, jip, pikap atau truk kecil, dan bus dikenai tarif Rp 15.000, sedangkan golongan 2 dan 3 tarifnya Rp 22.500, serta golongan 4 dan 5 tarifnya Rp 30.000. Tarif sebelumnya, untuk golongan I sebesar Rp 9.500, golongan II Rp 11.500, golongan III Rp 15.500, golongan IV, Rp 19.000, dan golongan V Rp 23.000.

"Kami menilai kenaikan tarif tol ini sebetulnya sebagai bentuk penjajahan baru perusahaan pengelola jalan tol kepada pengguna jalan tol. Perusahaan Pengelola jalan tol 'memperkosa' Negara untuk menaikan tarif tol dengan seenak saja," ujar Koordinator ALASKA, Adri Zulpianto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/6).

Selain itu, menurutnya alasan kenaikan tarif tol  yang dikatakan untuk pemeliharaan jalan tol benar benar tidak masuk akal, karena diberlakukan pada saat pendapatan jalan tol sedang naik. Seharusnya kenaikan pendapatan perusahaan jalan tol, dapat digunakan untuk biaya pemeliharaan jalan.

Tercatat, pendapatan jasa marga pada tahun 2017 sebesar Rp 2,2 Triliun, naik dari tahun 2016 sebesar Rp 1.88 triliun. Pendapatan untuk tol dan usaha lainnya sebesar Rp 8,92 Triliun, naik dari tahun 2016 sebesar Rp 8,83 Triliun.

Dengan ada kenaikan jalan tol ini, Alaska meminta DPR untuk segera turun tangan atau intervensi membatalkan kenaikan tarif jalan tol tersebut. Sebab, kenaikan tarif jalan tol dapat menjadi kado pil pahit Hari Raya Idul Fitri untuk pengguna jalan tol.

Adri pun melihat hal yang paling aneh adalah BPJT menjadi perpanjangan tangan bagi perusahaan jalan tol untuk menaikan tarif tol sesuka-suka pengelola jalan tol tanpa memperhatikan kepentingan rakyat. 

Untuk diketahui, tarif baru ini berlaku di ruas-ruas Tol JORR, seperti Penjaringan-Kebon Jeruk, Kebon Jeruk-Ulujami, Ulujami-Pondok Pinang, dan Pondok Pinang-Taman Mini

Selain itu, Tol Taman Mini-Cikunir, Cikunir-Cakung, Cakung-Rorotan, jalan tol menuju Tanjung Priok, Rorotan-Kebon Bawang, dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami. 

Hingga saat ini, pihak JawaPos.com sedang mencoba mengonfirmasi pengelola Jalan Tol JORR. Terkait kenaikan tarif tol menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

(rgm/mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up