alexametrics

3 Langkah Batasi Asupan Tinggi Garam, Gula, serta Lemak Saat Puasa

14 Mei 2019, 15:36:07 WIB

JawaPos.com – Ramadan adalah bulan yang baik untuk menahan diri. Bukan hanya menahan emosi, tapi jadi momen yang tepat untuk mengontrol makanan. Terlebih, makanan dan minuman tinggi garam, gula, serta lemak.

Pakar Nutrisi yang juga Head of Nutrifood Research Center, Astri Kurniati, S.T., M.App.Sc., menjelaskan makanan tinggi garam, gula, dan lemak bisa memicu berbagai penyakit dan obesitas. Seperti penyakit diabetes, hipertensi, kolesterol, dan stroke.

Apalagi di keluarga ada riwayat penyakit tersebut. Maka risiko terkena bisa lebih tinggi.

“Apalagi jika keturunan diabetes memiliki risiko 6 kali lebih rentan untuk terkena. Lalu penyakit jantung itu salah satu faktor risikonya adalah genetik. Kemudian belum lagi bahaya obesitas,” jelasnya dalam konferensi pers bersama Forum Ngobras, Senin (13/5).

Astri mengungkapkan ada langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membatasi konsumsi makanan  atau minuman tinggi gula, garam, dan lemak. Tentunya tetap memerhatikan kecukupan nutrisi tubuh.

Ubah Kebiasaan

Salah satu cara yang harus dilakukan adalah mulai ubah kebiasaan. Misalnya yang tadinya sering minum teh pakai gula, bisa memilih dengan rasa yang tawar sebagai pengimbang makanan manis saat berbuka.  Menurut Astri, untuk mengubah kebiasaan memang tak mudah.  Namun, harus diingat, penyakit tak menular siap mengintai. Terlebih bagi mereka yang memiliki keturunan diabetes dan jantung.

“Rasa adalah masalah habbit. Komitmen untuk mengurangi itu harus kuat. Awal-awal mungkin rasanya aneh. Saya dulu suka sekali teh manis, enggak enak kalau teh tawar rasanya pahit. Tapi saya sadar saya berisiko diabetes karena keluarga saya diabetes, maka saya sekarang enggak lagi minum teh manis,” katanya.

Kecukupan Nutrisi

Meski mengurangi gula, garam, dan lemak, tubuh tetap harus cukup kalori selama berpuasa. Apalagi jika kegiatan yang dijalani cenderung berat, pasti membutuhkan kalori lebih dari 1500-1700 per hari. Sebab selama puasa, biasanya tubuh seseorang rentan kekurangan makronutrisi.

“Makronutrisi itu biasanya kurang. Paling banyak tak hanya karbo ya yang harus dipenuhi. Seseorang yang hanya makan serba simple seperti nasi goreng, mi goreng, kwetiau umumnya kekurangan makronutrisi. Makanya butuh sayuran dan buah-buahan sebagai tambahan agar kecukupan gizi terpenuhi,” jelasnya.

Bijak Pilih Minuman Dingin

Menurut Astri, minum es saat berbuka sebetulnya sah-sah saja. Namun sayangnya, setiap orang biasanya menambahkan gula atau sirup pada minuman berbuka. Itu yang biasanya berlebihan.

“Minum es sebenarnya jika minumnya air putih dingin enggak masalah. Yang jadi problem ketika es ditambah gula-gula itu,” katanya tertawa.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads