JawaPos Radar

15 Ribu Lebih Perantau Minang Pulang Basamo Via Jalur Darat

13/06/2018, 21:19 WIB | Editor: Yusuf Asyari
15 Ribu Lebih Perantau Minang Pulang Basamo Via Jalur Darat
Sejumlah pemudik yang menaiki bus penumpang tiba di Terminal Bareh Solok, Kota Solok, Sumatera Barat, Rabu (13/6) (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pulang basamo yang artinya pulang bersama, para perantau Minangkabau, adalah tradisi menahun yang berlangsung jelang Lebaran. Tahun ini, sedikitnya 15 ribu lebih perantau Minang menggelar tradisi pulang basamo.

Kepala Biro Kerja Sama dan Rantau Pemprov Sumbar, Luhur Budianda menjelaskan, tradisi pulang basamo sekaligus menjadi siasat bagi perantau yang ingin pulang kampung, namun tersendat saku-saku. Apalagi, jelang lebaran ini, harga tiket pesawat kian menggila.

"Beragam cara pulang basamonya. Ada yang sewa bus, ada yang bawa kendaraan pribadi dan mereka konvoi dari pulau Jawa," kata Luhur, Rabu (13/6).

15 ribu lebih perantau Minang yang ikut pulang basamo itu, lanjut Luhur, tersebar di berbagai daerah di Sumbar. Ada yang pulang menurut Nagari masing-masing, ada juga komunitas. Biasanya, pulang basamo besar-besaran akan digelar 1 kali dua tahun. "Itu baru yang terdata, banyak yant tidak tercatat," katanya.

Angka tersebut hanya pemudik yang menjalankan tradisi pulang basamo, alias mudik bersama-sama atau 'patungan' supaya lebih irit. Sementara pemudik yang pulang kampung dengan moda transportasi lainnya belum tercatat.

Jumlah pemudik ke Sumbar secara menyeluruh sendiri diperkirakan mencapai jutaan orang. Mulai dari yang pulang melalui pesawat maupun mobil pribadi sendiri-sendiri.

Dinas Perhubungan Sumbar mencatat, jumlah pemudik yang masuk wilayah Sumbar selama periode mudik 2017 lalu mencapai 3,5 juta orang. Sementara tahun ini, diperkirakan akan merosot menjadi 2 juta orang.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up