alexametrics

Tarawih Pertama di Tengah Pandemi, Ibadah dengan Jalani Prokes Ketat

13 April 2021, 08:42:41 WIB

Tak hanya mengandalkan prokes Covid-19, Masjid Jogokariyan juga memiliki satu unit GeNose C19. Alat deteksi dini Covid-19 ciptaan UGM ini telah bersiaga. Fungsinya untuk memeriksa kesehatan jamaah yang ingin beribadah di masjid Jogokariyan.

Keberadaan GeNose C19 tak hanya diperuntukkan bagi jamaah. Pengurus masjid juga mewajibkan peserta Kampung Ramadan Jogokariyan (KJR) menjalani tes ini. Tujuannya untuk memastikan pedagang yang berjualan tak terpapar Covid-19.

“Kami juga memiliki fasilitas tes GeNose. Cek apakah mereka (jamaah) positif covid atau negatif. Kalau negatif kami ijinkan kalau positif mohon maaf. Juga untuk pedagang, dilakukansm secara periodik,” ujarnya.

Jazir menambahkan, khusus untuk pedagang ada pembatasan kuota. Jika dalam kondisi normal, pasar sore ramadan di kampung Jogokariyan bisa menampung 600 pedagang. Untuk saat ini hanya mencapai 279 pedagang.

Stan pedagang juga berjarak 2 meter. Kebijakan ini untuk menghindari munculnya kerumunan dan kepadatan jalan. Diketahui bahwa lokasi stan pedagang berjejer dari sisi timur hingga barat masjid Jogokariyan.

“Budaya buka bersama juga sedikit berubah. Biasanya piring terbang sampai 3.500 piring, ini kami ganti dengan 3000-an nasi box perhari,” katanya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads