alexametrics

Kajian Rutin dari Ustad sampai Perencana Keuangan

12 Mei 2019, 21:02:36 WIB

JawaPos.com – Firdha Setyorini tampak antusias menyimak ceramah sebelum salat Tarawih di Masjid ALatieF Pasaraya Blok M Rabu malam (8/5). Dia serius mendengarkan ceramah mengenai pintu surga bagi orang yang berpuasa. Memang, dia tak puasa di hari itu karena sedang berhalangan. Namun, karena keesokan harinya (9/5) sudah berpuasa lagi, dia mengawali ibadah Ramadan dengan salat Tarawih.

“Tapi, tadi ikut bukber (buka bersama) sama teman-teman di sini. Jadi, aku lanjut saja salat Isya, terus Tarawih,” ujar Firdha yang datang ke Masjid ALatieF bersama dua rekannya itu.

Acara bukber di Pasaraya Blok M sore itu memang ide dari Firdha. Sebab, di sana memang banyak kafe dan restoran yang cocok untuk lokasi bukber. Letaknya pun tak jauh dari kantor Firdha di kawasan Blok M.

“Masjidnya nyaman sih, jadi habis makan bisa langsung Tarawih ke sini. Kadang-kadang aku siang ke sini juga, ikut kajian sebelum ketemu klien,” lanjut Firdha yang berprofesi web designer itu.

Jamaah di Masjid ALatieF Pasaraya Blok M, Jakarta. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Masjid kini memang bisa menjadi salah satu magnet bagi pusat perbelanjaan. Orang yang datang ke mal, terlebih saat Ramadan, sering kali mempertimbangkan mal mana yang punya masjid yang bagus untuk Tarawih. Pengelola masjid maupun pusat perbelanjaan pun sudah melihat hal itu sebagai fenomena baru.

“Kami mencontoh Masjidilharam, orang datang ke sana niatnya untuk haji dan umrah. Tapi, karena di sekitarnya banyak tempat belanja, orang juga akhirnya belanja,” kata Farouk Azam, manajer Masjid ALatieF.

Menurut Farouk, kemudahan berbelanja online turut memengaruhi minat masyarakat untuk datang ke mal. Meski kunjungan ke tempat-tempat ritel sekarang cenderung menurun, jika mal tersebut punya masjid yang bagus, bisa jadi justru masjid tersebut yang akan mendatangkan pengunjung.

“Jadi, jamaah itu banyak yang datang ke sini karena ingin salat Tarawih berjamaah, ingin ikut kajian. Nah, sebelum atau setelah ibadah, mereka bisa belanja, bisa makan juga,” sambung Farouk.

Jamaah di Masjid ALatieF Pasaraya Blok M, Jakarta. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Selain menggelar Tarawih berjamaah setiap hari, Masjid ALatieF Pasaraya Blok M mengadakan kajian rutin setiap Jumat hingga Rabu. Kajian dimulai pukul 10.30 WIB hingga waktu duhur.

Kajian tersebut digelar rutin setiap hari, tak terbatas hanya pada saat Ramadan. Kajian itu diisi penceramah dari berbagai latar belakang. Misalnya, Aa Gym, Mamah Dedeh, dan Subki Al-Bughury.

Ada juga kajian yang diisi dokter, psikolog, dan perencana keuangan (financial planner). Dengan begitu, tema kajian meluas hingga ke berbagai aspek kehidupan, dilihat dari sudut pandang Islam.

Atas program yang dihadirkan Masjid ALatieF, ditambah kebersihan, kerapian, dan kelengkapan fasilitasnya, masjid itu meraih penghargaan pengelola masjid terbaik kategori mal dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada 2015 serta masjid terbaik di mal se-DKI Jakarta dari Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) pada 2016. Masjid ALatieF tak hanya ada di Pasaraya Blok M, tetapi juga ada di Pasaraya Manggarai dan Hotel Ambhara Jakarta. Ketiganya dikelola di bawah manajemen yang sama.

Jamaah di Masjid ALatieF Pasaraya Blok M, Jakarta. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Farouk berharap, dengan fasilitas dan program-program masjid dalam mal yang menarik, masyarakat semakin bergairah untuk memakmurkan masjid. Terlebih pada Ramadan ini, ada banyak keutamaan yang bisa didapat umat Islam yang sering beribadah ke masjid.

“Orang datang ke masjid dalam mal tidak hanya memberikan sisa waktunya untuk sekadar salat di sela-sela aktivitas belanja, tapi memang niat utamanya untuk ibadah di dalam masjid di mal itu. Semoga ini menjadi pertanda yang baik kebangkitan Islam di Indonesia,” ucap Farouk yang juga alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, itu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rin/c10/ttg)



Close Ads