alexametrics

Waspada, Ini Titik-titik Rawan Kecelakaan di Jawa Timur

10 Juni 2018, 11:57:04 WIB

JawaPos.com – Atmosfer arus mudik di Jawa Timur sudah mulai terasa sejak Jumat (8/6) petang. Hal itu terlihat, dari banyakya kendaraan roda empat yang keluar meninggalkan Surabaya. Masyarakat diharapkan untuk tetap berhati-hati selama perjalanan pulang ke kampung halaman.

Berkaca pada data milik Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, masa-masa arus mudik maupun arus balik rentan terjadi kecelakaan. Saat pelaksanaan Operasi Ramadniya 2017, tercatat 873 kecelakaan terjadi. Angka tersebut, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 786 kecelakaan.

“Kuantitas kecelakaan tahun 2017 memang naik dibandingkan sebelumnya. Salah satunya, laka menonjol yang melibatkan bus di mana 10 orang tewas di Probolinggo. Peristiwanya memang masih bertepatan dengan berlangsungnya Operasi Ramadniya,” jelas Wadirlantas Polda Jatim AKBP M. Aldian kepada JawaPos.com, Kamis (7/6).

Waspada, Ini Titik-titik Rawan Kecelakaan di Jawa Timur
Ilustrasi kepadatan jalan saat mudik (Dok.JawaPos.com)

Tahun ini, melaui Operasi Ketupat Semeru, Ditlantas Polda Jatim berusaha menekan angka kecelakaan. Berbagai persiapan sejak jauh-jauh hari sudah dilakukan. Mulai memetakan kawasan rawan kecelakaan, survei lokasi-lokasi blackspot, hingga pemasangan rambu-rambu peringatan.

JawaPos.com mencoba merangkum beberapa kawasan blackspot di sepanjang ruas jalan Jawa Timur yang perlu diwaspadai pemudik. Kawasan-kawasan yang rawan kecelakaan itu juga menyesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Ditlantas Polda Jatim. Rata-rata, jalur tersebut adalah akses utama pengguna jalan selama masa lebaran.

Pertama adalah, jalur lintas Utara atau biasa disebut Pantura. Jalur ini membentang mulai Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi. Mengacu pada data Ditlantas Polda Jatim, ada enam blackspot. Yakni Jalan Raya Cangkring Malang, kecamatan Beji, Pasuruan; Jalan Raya Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo; Jalan Raya Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo; dan Rest Area Bentar, Jalan Raya Probolinggo-Situbondo KM 109-110;

Kemudian, Jalan Raya Probolinggo-Situbondo KM 200, Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending; dan KM 267-269, Surabaya-Banyuwangi, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.

Selanjutnya adalah, jalur lintas Tengah yang melalui rute Surabaya, Mojokerto, Jombang, Kediri, Nganjuk, Madiun dan Ngawi. Di sepanjang jalur ini, terdapat tujuhblackspot. Titik-titik rawan kecelakaan di jalur lintas Tengah itu meliputi Jalan Mastrip Karang Pilang, Surabaya; dan Jalan Raya Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk, KM 112-113.

Lalu, Jalan Ngawi-Caruban KM 7-8 Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman; KM 141-142 Saradan, Madiun; Simpang Empat Kepindon Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Mojokerto; Jalan Soekarno-Hatta, Desa Kaplaksari, Jombang serta Jalan Pare-Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kediri.

Jalur ketiga adalah lintas Selatan mulai Pasuruan, Malang, Batu, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo dan Magetan. Yang perlu dicatat, saat Operasi Ketupat Semeru 2018 berlangsung, jalur ini berpotensi tidak hanya dilalui oleh pemudik. Namun juga masyarakat yang ingin berwisata di Batu. Sehingga, kepolisian memasukkan kategori khusus jalur wisata mulai Purwodadi-Purwosari-Lawang-Karanglo-Batu.

Di sepanjang jalur tersebut, ada delapan lokasi rawan kecelakaan. Kedelapan lokasi itu antara lain Singkil KM 180, Ponorogo; Jalan Raya Pacitan-Trenggalek KM 172-173; Jalan Raya Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan; Jalan Kasembon Ngantang, Batu; Cangar, Batu; Jalan Raya Surabaya-Malang KM 70-71; Jalan Raya Desa Talun, Kecamatan Talun, Blitar; dan Jalan Raya Desa Pongajih, Kecamatan Selorejo, Blitar KM 40-45.

Jalur terakhir yang kerap menjadi akses arus mudik dan balik adalah Tapal Kuda. Jalur ini meliputi Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi. Tidak sebanyak ketiga jalur sebelumnya, Ditlantas Polda Jatim mencatat hanya ada tiga blackspot di sepanjang jalur Tapal Kuda. Ketiganya yaitu Jalan Raya Wonokerto, Kecamatan Tekung, Lumajang KM 6; Jalan Bondowoso-Situbondo, Kecamatan Grujugan, Bondowoso dan Jalan umum Dusun Krajan, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari KM 9-10, Jember.

Ada beberapa faktor yang menjadikan lokasi-lokasi di atas sebagai blackspot. Salah satunya adalah kondisi jalan. “Umumnya jalur rawan laka ini punya kondisi geografis yang lurus, luas, panjang dan agak bergelombang. Nah, karena jalan yang luas ini, terkadang pengemudi terlena dengan memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Sehingga mereka kurang memperhitungkan kondisi jalan yang bergelombang,” papar Aldian.

Mantan Kapolres Pasuruan itu melanjutkan, kecelakaan yang terjadi di Jawa Timur juga disebabkan oleh kelelahan pengemudi. Dari analisa yang ada, Jawa Timur bisa dikatakan sebagai titik terakhir di Pulau Jawa bagi pemudik yang berangkat dari Jakarta maupun Jawa Barat.

Aldian lantas menganalogikan, pengemudi yang berkendara dari Jakarta menuju ke Bali. Jika pengemudi itu berkendara non-stop, hampir pasti puncak kelelahannya terjadi saat dia melintas di ruas jalan di wilayah Jawa Timur. “Sangat memungkinkan titik lelah mereka saat berada di Tuban atau bisa jadi di Situbondo. Di dua jalur itu kan kerap terjadi kecelakaan,” terangnya.

Oleh sebab itu, untuk mencegah kecelakaan, Polisi mengimbau agar pengemudi tidak memaksakan diri. Mereka bisa berisitirahat apabila kondisi badan sudah lelah untuk berkendara.

Selama Operasi Ketupat Semeru 2018, sebanyak 211 pos pengamanan (pospam) dan 39 pos pelayanan (posyan) tersebar merata se-Jawa Timur. Polisi berharap, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi bisa memanfaatkan layanan tersebut. “Berhenti saja kalau capek. Untuk posyan ini di tempatkan di titik-titik vital, dijaga oleh gabungan polisi, TNI, Dishub, Pramuka, dan organisasi-organisasi masyarakat,” sebut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 tersebut.

Selain pospam dan posyan, Polsek-Polsek di Jawa Timur yang dilintasi jalur mudik dipastikan siaga. Artinya, Polsek-polsek tersebut siap menjamu para pemudik yang ingin beristirahat sejenak.

“Bisa juga memanfaatkan Polsek-Polsek yang dipastikan akan memberikan rasa aman bagi pemudik yang ingin beristirahat. Daripada berhenti di tengah kawasan perhutanan,” ucap Aldian.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Waspada, Ini Titik-titik Rawan Kecelakaan di Jawa Timur