alexametrics

Ini Jalur-Jalur yang Berpotensi Macet di Jawa Timur Selama Arus Mudik

10 Juni 2018, 12:55:40 WIB

JawaPos.com – Hari Raya Idul Fitri 1439 sebentar lagi. Gaungnya sudah mulai terasa sejak hari Jumat (8/6). Masyarakat sudah mulai berbondong-bondong mudik ke kampung halaman.

Tradisi mudik ini, pastinya disambut dengan penuh suka cita. Bertemu dengan orang tua maupun kerabat di kampung, walau hanya sejenak rasanya sudah bisa membayar lunas rasa rindu setelah setahun menggantungkan nasib di kota.

Tapi, kegembiraan mudik itu bisa saja lenyap kalau bertemu dengan macet di jalan. Tentunya ada energi dan batin yang terkuras jika terjebak di tengah-tengah kemacetan.

Ini Jalur-Jalur yang Berpotensi Macet di Jawa Timur Selama Arus Mudik
Ilustrasi ruas jalan yang dilalui pemudik (Dok.JawaPos.com)

Potensi macet bisa terjadi di manapun, termasuk di ruas jalan di sepanjang Jawa Timur. Para pemudik harus cermat untuk menentukan jam yang tepat saat perjalanan. Selain itu, pengguna kendaraan pribadi juga harus mencatat lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kemacetan aliastroublespot. Sehingga, mereka mudik dengan nyaman.

JawaPos.com mencoba merangkum sebagian troublespot di Jawa Timur. Kawasan potensial macet ini, dirangkum dari data milik Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim.

Sama seperti rangkuman blackspot, JawaPos.com juga mengambil empat jalur. Antara lain jalur lintas Utara atau Pantura, jalur lintas Tengah, jalur lintas Selatan, dan jalur Tapal Kuda.

Di jalur Utara yang membentang sepanjang Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi terdapat tujuh lokasi rawan macet. Di Tuban,troublespot berada di Jalan Tuban-Babat Jembatan Kepet KM 8. Selain itu, Polisi juga menaruh perhatian pada Jembatan Widang yang sempat ambruk.

Wadirlantas Polda Jatim AKBP M. Aldian memastikan bahwa, Jembatan Widang sudah bisa dilalui kendaraan sejak 5 Juni lalu. ”Hanya saja tonase kendaraan yang lewat perlu diperhatikan, tidak bisa beriringan. Selama Operasi Ketupat Semeru, Polres Tuban akan mengatur kendaraan yang lewat Jembatan Widang,” jelas Aldian kepada JawaPos.com Minggu (10/6).

Selain di Tuban, troublespot di jalur lintas Utara meliputi Jalan Raya Lamongan-Babat KM 73; Jalan Raya Duduk Sampeyan; Rel KA Legok, Gempol, Pasuruan; Simpang Tiga alun-alun Bangil, Pasuruan; Jalan Raya Jember, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi dan depan terminal Genteng, Banyuwangi. “Untuk Duduk Sampeyan, arus lalu lintas sudah lebih cair daripada tahun-tahun sebelumnya,” imbuh Aldian.

Selanjutnya, ada jalur lintas Tengah, mulai Surabaya, Mojokerto, Jombang, Kediri, Nganjuk, Madiun, hingga Ngawi. Di sepanjang jalan yang melalui kota dan kabupaten tersebut terdapat 11 troublespot yang menjadi catatan Ditlantas Polda Jatim. Dari 11 lokasi itu, yang paling perlu diperhatikan yaitu di kawasan Simpang Empat Mengkreng dan sepanjang jalur Saradan, Madiun. Kedua titik tersebut biasanya menjadi langganan macet.

Mengkreng merupakan titik temu pemudik yang mengarah ke Madiun dan Kediri. Setelah melalui Simpang Empat Mengkreng, arus kendaraan akan terpecah. Problemnya selama ini ada di titik-titik sebelum pertemuan Simpang Empat Mengkreng, di mana biasanya volume kepadatan tinggi.

Aldian mengakui, kawasan Mengkreng memang kerap menjadi momok kemacetan bagi pengguna jalan. Di sepanjang jalur sebelum Simpang Empat itu terdapat dua perlintasan kereta api, pasar tumpah, hingga jalan bergelombang yang menyebabkan kendaraan harus mengurangi kecepatan. ”Tapi sekarang Mengkreng tidak semomok kayak dulu. Semenjak ada tol, kami sedikit terbantu untuk mengatur arus. Sebab, pengguna jalan punya alternatif lain,” ungkap mantan Kapolres Pasuruan tersebut.

Beban di Mengkreng memang sedikit berkurang dengan adanya akses Tol Surabaya-Bandar (Jombang). Selain itu, tol fungsional Kertosono-Wilangan juga akan dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Saat tol fungsional dibuka, pemudik dari Surabaya yang hendak menuju ke Madiun tidak perlu keluar di exit tol Bandar yang berhadapan dengan Masjid Muldoko.

Selain Mengkreng, lokasi yang menjadi langganan macet di jalur lintas Tengah ini berada di Saradan. Aldian memaparkan, permasalahan yang ada di jalur ini adalah adanya tiga perlintasan kereta api dan jalur yang sempit. Di hari-hari biasa, problem tersebut bertambah dengan kendaraan berat yang melintas. Sehingga kendaraan akhirnya tidak sabar dan saling serobot.

“Pelarangan kendaraan besar sangat membantu untuk mengurai kepadatan di Saradan. Selain itu juga ada tol fungsional Mantingan-Ngawi. Sama seperti Mengkreng, di Saradan arus lalu lintas bisa terurai dibanding sebelumnya,” lanjutnya.

Jalur selanjutnya adalah lintas Selatan. Yang perlu dicatat, pemudik adalah kawasan wisata Batu. Diprediksi wisatawan akan mengunjungi Batu saat arus balik.

Di jalur Tapal Kuda, pemudik perlu mewaspadai empat troublespot. Dua diantaranya ada di Lumajang, yaitu di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso dan Jalan Raya Klakah, Kecamatan Klakah KM 18. Potensi macet timbul karena adanya pasar tumpah di dua lokasi itu. Sedangkan lebar jalan hanya bisa memuat dua ruas kendaraan.

Secara umum, Kepolisian optimistis kemacetan di Jawa Timur tidak akan separah dengan provinsi lain. Pasalnya, pemudik lintas provinsi yang datang dari Barat sudah terserap di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Aldian mengatakan, berdasarkan evaluasi sebelumnya, kendaraan dari arah Barat yang masuk ke Jawa Timur sekitar 12 persen dari total pemudik trans Jawa. “Dari 12 persen itupun semuanya tidak masuk ke Surabaya. Biasanya sudah terserap di Ponorogo, Madiun, Trenggalek, Tulungagung dan Kediri,” ucap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 tersebut.

Untuk memantau kemacetan selama Operasi Ketupat, Ditlantas Polda Jatim siap mengerahkan sumber daya yang ada. Misalnya ruangan monitoring Closed-Circuit Television (CCTV). ”Helikopter juga kami siapkan untuk memantau traffic dari udara,” kata Aldian.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ini Jalur-Jalur yang Berpotensi Macet di Jawa Timur Selama Arus Mudik