alexametrics
Ramadan di Brunei

Pandemi Covid-19, Brunei Setuju Pembayaran Zakat Online Selama Ramadan

8 April 2021, 17:15:08 WIB

JawaPos.com – Menyambut bulan suci Ramadan, umat ​​Muslim di Brunei Darussalam didorong agat dapat membayar zakat fitrah secara online. Pemerintah Brunei mendukung peluncuran platform digital eZakat.

Melalui kolaborasi antara Brunei Islamic Religious Council (MUIB), Datastream Digital (DST) dan Bank Islam Brunei Darussalam (BIBD), anggota masyarakat dapat menggunakan dua metode pembayaran online platform eZakat DST dan QuickPay BIBD. Layanan akan ditayangkan pada hari pertama Ramadan dan tetap buka hingga hari ke-28 Ramadan.

Saat peluncuran eZakat, Plt Sekretaris MUIB Hj Abdul Aziz Hj Akop mengatakan merebaknya pandemi mendorong para pejabat untuk mempercepat rencana pembayaran zakat digital. Pihaknya juga menyesuaikan dengan hukum Islam.

“Rencana sudah dikerjakan selama beberapa tahun, tetapi studi harus dilakukan untuk melihat apakah itu diizinkan berdasarkan hukum Islam,” katanya.

DST mengatakan menyusul tantangan yang ditimbulkan oleh Covid-19 dan harus melakukan jarak fisik, mereka bekerja sama dengan otoritas agama untuk memastikan produk tersebut sesuai dengan syariah. Menurut otoritas, eZakat akan memungkinkan umat Islam untuk membayar sedekah kapan saja, meski cara tradisional mengumpulkan zakat melalui amil (kolektor) masih akan berlanjut di masjid, surau, dan ruang ibadah.

“Tindakan membayar zakat secara online selesai ketika pembayar mengklik tombol melalui komputer atau ponsel sebagai kesepakatan untuk menyerahkan sejumlah uang sebagai zakat, dari rekeningnya ke rekening MUIB,” kata Hj Abdul Aziz.

“Pembayar harus memiliki niat atau keinginan untuk melakukan transaksi,” jelasnya.

Memberi zakat dianggap sebagai kewajiban agama dan merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Umat ​​Islam diharuskan membayar zakat fitrah yang wajib diberikan selama Ramadan sebelum akhir bulan puasa sehingga dapat didistribusikan kembali kepada yang membutuhkan selama Idul Fitri.

Kantor Mufti Negara juga mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa metode pembayaran digital untuk zakat harus (diperbolehkan) dan sah (valid) di bawah hukum Islam. Platform eZakat dapat diakses di situs web DST atau situs web kementerian urusan agama.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads