JawaPos Radar

SOTR Resmi Dilarang, Polisi Akan Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar

06/06/2018, 00:10 WIB | Editor: Bintang Pradewo
SOTR Resmi Dilarang, Polisi Akan Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar
Ilustrasi SOTR. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Beberapa kejadian seperti tawuran dan aksi vandalisme yang terjadi pada saat Sahur On The Road (SOTR) membuat aparat kepolisian secara resmi melarang kegiatan tersebut. Sehingga, jika ada yang masih nekat melakukan SOTR maka akan segera dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah secara resmi melarang kegiatan sahur on the road (SOTR) pasca aksi tawuran yang belum lama ini terjadi. Pembubaran peserta yang hendak melakukan SOTR pun akan dilakukan. 

"Setelah kejadian kemarin (SOTR berujung tawuran) kami melarang kegiatan itu. Kami akan bubarkan kalau ada kelompok yang mau lakukan SOTR dan kalau mengganggu masyarakat, kami bubarkan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/6).

SOTR Resmi Dilarang, Polisi Akan Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar
Vandalisme saat SOTR di Underpass Mampang-Kuningan. (Issak Ramadhan/ JawaPos.com)

Selain membubarkan kelompok SOTR, Argo mengatakan pihaknya juga akan meminta babikamtibmas untuk turut mengawasi kegiatan anak muda yang biasa dilakukan malam hari hingga menjelang sahur. 

Argo menjelaskan SOTR biasa dilakukan oleh remaja dan pelajar. Biasanya mereka melakukan tawuran dengan alasan eksistensi diri dan identitas kelompok. "Iya tawuran macam-macam, tentang identitas dan sebagainya," tuturnya. 

Meski demikian Argo menilai tanggung jawab tidak hanya pada polisi. Orang tua, lingkungan dan instansi pendidikan juga harus bertanggung jawab atas peristiwa tawuran yang terjadi. 

"Peran semua harus dilibatkan. Polisi mudah tinggal tangkap lalu selesai, tapi apakah itu menyelesaikan? Pencegahannya tetap melalui keluarga, lingkungannya, sekolahnya, kan di situ," tuturnya. 

Sejumlah aksi rusuh saat SOTR terjadi pada Minggu (3/6) dini hari, di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Dalam kericuhan di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, polisi menyita tiga celurit dan mengamankan dua orang berinisial IA (22) dan MF (20). Peristiwa itu terjadi saat antarkelompok yang tengah melakukan SOTR.

Saat dibubarkan oleh polisi, IA dan MF justru mengacungkan celurit kepada polisi. Karena itu IA dan MF diamankan oleh polisi. "Masih dalam tahap penyidikan," kata Argo. 

Aksi SOTR rusuh juga hampir terjadi di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Polres Jaksel mendapati sejumlah remaja yang sedang nongkrong di Taman belakang STM Penerbangan. 

Dari hasil penggeledahan terhadap puluhan anak-anak tersebut, polisi mendapati 12 parang dan arit, potongan besi, dan kembang api. Sebanyak tujuh remaja turut diamankan. Mereka adalah MSA, BFL (23), A (24), ABS (21), A (20), MP (21), GA alias MS (18).

(dna/rgm/yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up