alexametrics
Kembali ke Fitrah

Novel Baswedan Rindu Lebaran di Kampung Halaman dan Kue Buatan Ibunda

Lebaran 2019
5 Juni 2019, 18:00:28 WIB

JawaPos.com – Setiap orang pasti memiliki momen yang menyenangkan saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Biasanya kenangan indah di “Hari Kemenangan” tersebut, terukir saat masih kecil atau remaja. Hal inilah yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Novel menceritakan, saat lebaran tiba, dirinya pasti sangat terkenang dengan masa kecilnya dulu, ketika masih tinggal di Kota Atlas. “Waktu kecil saya lebaran di Semarang, ibu saya selalu membuat kue sendiri. Tapi nggak boleh dimakan sebelum lebaran,” ucap Novel saat mengenang masa-masa indah saat kecil, kepada JawaPos.com, Rabu (5/6).

Alhasil, karena dilarang makan kue sebelum lebaran tiba, Novel pun bersama sejumlah saudaranya mau nggak mau harus “berpuasa” dulu agar tak dimarahi ibunya.

“Jadi anak-anaknya pada nungguin lebaran (kalau mau makan kue-Red), dan saat lebaran, kami mau nggak mau harus akrab dengan para tamu (ikut menemui), karena bisa sambil makan kue lebaran,” ucap Novel.

Selain bisa menyantap kue lebaran yang dibuat ibunda tercinta, momen lebaran yang menyenangkan bagi Novel ialah bisa berkumpul semua dengan keluarga besarnya. Hal ini katanya, pernah terjadi saat orang tua-orang tua dari keluarga besarnya masih ada. “Bahkan saya masih bertemu dengan canggah saya (orang tuanya kakek),” kata Novel.

Momentum itu menurutnya sangat menyenangkan baginya dan anggota keluarganya. Ini karena bisa bersilaturahmi semua anggota keluarga besarnya, serta serta bisa mengenal  satu sama lain.

Namun, seiring berjalannya waktu, kini ketika lebaran tiba, momen-momen indah yang pernah dirasakannya dulu sedikit memudar. Ini lantaran semua anggota keluarga besarnya satu sama lain tinggal di kota berbeda, serta sibuk dengan kehidupannya masing-masing.

“Bedanya lebaran waktu saya kecil dan sekarang adalah suasananya bertemu dengan keluarga besar lebih sulit, karena fakta tempat dan waktu,” ungkap suami Rina Emilda tersebut.

Bagi Novel, Idul Fitri adalah puncak kegembiraan bagi umat Islam yang telah beribadah dalam bulan yang penuh berkah, dimana semua umat muslim  berharap semoga segala dosa-dosa mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Selain itu juga sekaligus instropeksi untuk perbaikan diri serta peningkatan ibadah diwaktu-waktu selanjutnya. Oleh karena itu menurutnya, kegembiraan itu yang harus dibagi kepada semua, termasuk orang-orang yang kurang mampu atau keadaannya kurang beruntung.

“Semoga kita bisa mendapatkan berkah Ramadan, dan berkumpul dengan keluarga dalam suasanya ceria, serta berbagi dengan sesama utk bergembiraan atas rahmat Allah dengan memberikan kesempatan kepada kita bisa beribadah optimal di bulan Ramadan,” pungkas mantan Kasatreskrim Polresta Bengkulu tersebut.

Editor : Kuswandi