Kembali ke Fitrah

Cerita Fadjroel Rachman Lebaran di Kazakhstan, Santap Daging Kuda

3 Mei 2022, 06:01:25 WIB

JawaPos.com – Makna Lebaran bagi Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Fadjroel Rachman tahun ini berbeda. Ia merayakannya bersama sang istri di kota Nur-Sultan, Kazakhstan. Dengan negara mayoritas 70 persen muslim, Kazakhstan memiliki keunikan tersendiri baik dari sisi budaya hingga kuliner khas saat Lebaran.

Menurut Fadjroel, untuk orang Kazakhstan sendiri walaupun 70 persen muslim, tidak ada hari libur Idul Fitri. Di Kazakhstan yang dirayakan dengan semarak justru adalah Idul Adha.

“Untungnya KBRI Nur-Sultan mengikuti hari-hari libur Indonesia jadi kami bisa berlibur sama seperti di Indonesia,” jelas Fadjroel kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Fadjroel juga mengikuti perintah Presiden Joko Widodo untuk tidak mengadakan buka puasa bersama maupun open house, mengingat kasus Covid-19 masih ada dan dunia masih berstatus pandemi. Jadi selama puasa diganti dengan acara virtual Ramadan bersama WNI Kazakhstan dan Tajikistan dengan penceramah kyai-kyai dan akademisi dari Indonesia seperti Kyai dr. Bastian Zulyeno dari FIB Universitas Indonesia dan K.H. Kiki Mikail dari UIN Raden Patah Palembang.

Fadjroel bersama KBRI mengikuti salat ied pada tanggal 2 Mei 2022 di Masjid Hazret Sultan. Kemudian membuat acara virtual lebaran dengan keluarga, teman-teman dan kolega di Tanah Air, juga WNI yang berlebaran di Kazakhstan dan Tajikistan. Maka ia tak berencana pulang ke tanah air.

“Kami berlebaran di kota Nur-Sultan sekaligus menghadiri program budaya murid-murid sekolah internasional. Jadi tidak ada rencana pulang karena baru 4 bulan bertugas di Kazakhstan. Kami hanya berdua dengan ibu dan staf di Wisma Duta. Dua anak kami kerja dan kuliah/koas kedokteran di Indonesia,” kata Fadjroel.

Lebaran Masih Berduka

Makna Lebaran tahun ini terasa berbeda baginya dan keluarga. Pasalnya sang ayahanda tercinta berpulang karena tertular Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Tahun ini ada tahun kesedihan bagi kami karena ayah kami wafat terdampak Covid-19. Al Fatihah untuk beliau” katanya.

Meski begitu, ia menyambut gembira masyarakat Indonesia tahun ini sudah mulai mudik seiring kasus Covid-19 yang mulai landai. Ia senang juga melihat 85 juta orang lebih bisa mudik di Indonesia.

“Harapan saya agar semuanya di Indonesia tetap berhati-hati dalam merayakan Idul Fitri 1443 H ini,” jelasnya.

Daging Kuda Paling Khas

Ternyata, Kazakhstan memiliki kuliner spesial. Daging kuda selalu menjadi favorit di sana.

“Makanan khas di Kazakhstan umumnya selalu ada daging kuda. Baik berbentuk sup kuda dengan kentang, plov (nasi, daging kuda, kacang, kismis). Juga Kazakh Grill (domba guling). Umumnya di sini makan dengan roti, jarang memakai nasi. Minumnya khumis, susu kuda yang difermentasi,” papar Fadjroel.

Menurutnya, masakan serba daging dengan beragam menu menjadi ciri khas saat Lebaran. Ia cocok dengan kuliner Kazakhstan yang mayoritas daging.

“Saya sekarang suka daging kuda dalam beragam masakan,” jelas Fadjroel.

Meski umumnya masakan khas Kazakhstan serba daging, untungnya daging kuda rendah kolesterol. Sehingga tak perlu khawatir saat menyantapnya.

“Dan dapat memanaskan tubuh di tengah musim dingin ekstrim sampai minus 30 derajat (-30) serta lamanya puasa hingga rata-rata 15 jam. Ini ujian terberat 15 jam lebih puasa,” tutupnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: