Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 April 2023 | 20.00 WIB

Masjid Kubah Emas, Depok, yang Kembali Ramai Jadi Jujukan selepas Pandemi

KOMPLEKS LUAS: Suasana Masjid Dian Al-Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas, Depok (4/4). Masjid ini salah satu dari tujuh masjid di dunia yang memiliki kubah berlapis emas. - Image

KOMPLEKS LUAS: Suasana Masjid Dian Al-Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas, Depok (4/4). Masjid ini salah satu dari tujuh masjid di dunia yang memiliki kubah berlapis emas.

Betah di Selasar Masjid Menikmati Keindahan Pilar sampai Langit-Langit

Arsitekturnya yang menawan dan kompleksnya yang jembar menjadi daya tarik pengunjung dari berbagai daerah untuk datang. Kubah emasnya dibersihkan tiap dua atau tiga tahun sekali.

KHAFIDLUL ULUM, Depok

---

KESEJUKAN menyapa dari deretan pohon produktif di sepanjang jalan masuk Masjid Kubah Emas.

Mulai mangga, jambu, kelengkeng, durian, matoa, rambutan, kelapa, hingga pohon lainnya.

Ketika masuk ke bagian utama masjid di Kelurahan Meruyung, Kota Depok, itu, ganti kesan mewah yang langsung terasa. Jemaah disambut dengan rak keramik yang digunakan untuk menyimpan Alquran. Hamparan karpet hijau memenuhi ruangan tersebut. Pilar-pilar yang berbalut granit putih kokoh menyangga bangunan masjid.

Lampu hias yang tergantung di bagian bawah kubah utama semakin mempercantik sisi interior. Mimbar yang memiliki kubah berwarna kuning emas menambah keeleganan bagian dalam.

’’Lampu gantung itu didatangkan dari Austria,” terang Eko Sukarno, salah seorang pengurus masjid bernama resmi Dian Al-Mahri tapi lebih umum dikenal sebagai Masjid Kubah Emas itu, kepada Jawa Pos (4/4).

Di bagian timur masjid, terdapat plaza yang sangat luas. Di kanan-kirinya berdiri selasar yang dihiasi pilar-pilar berbalut granit hitam.

Yang juga membetot perhatian adalah kubah dan menara masjid. Terdapat lima kubah yang menjadi mahkota masjid. Satu kubah besar yang berada di tengah dan empat lainnya berukuran lebih kecil. ’’Kubah itu melambangkan rukun Islam yang lima,” terang Karno, sapaan akrab Eko Sukarno.

Menurut Karno, kubah itu dilapisi emas sekitar 20 karat. Agar tidak rusak oleh hujan dan terik matahari, lapisan emas itu sudah dicampur dengan kaca.

Jadi, lapisan emas tersebut sudah menyatu dengan kaca. Kubah emas itu dibuat langsung oleh para ahli dari Italia. Namun, pembuatannya dilakukan di Indonesia. Pekerja lokal hanya membantu menaikkan dan memasang kubah. ’’Lapisan emasnya itu berbentuk kotak-kotak seperti keramik yang tinggal masang-masang saja,” terang Karno.

Sedangkan menaranya berjumlah enam unit. Menara tersebut melambangkan rukun iman yang enam. Di bawah kaki enam menara itu terdapat 33 jendela. Di setiap jendela terdapat tiga nama Allah. Jadi, total ada 99 nama Allah atau asmaulhusna yang terbuat dari kaca patri.

Di kompleks masjid itu juga terdapat bangunan besar yang difungsikan sebagai aula atau ballroom yang digunakan untuk berbagai acara, salah satunya acara pernikahan. Ada pula rumah milik keluarga Hj Dian Juriah Rais, sang pendiri, yang berada di sisi utara masjid.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore