
Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief (kiri) menjadi pembicara dalam Pengakjian Ramadan PP Muhammadiyah 1445 H di Universitas Muhammadiyah Jakarta (20/3) malam.
JawaPos.com– Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menyampaikan gagasan arus baru dakwah kultural Muhammadiyah. Tujuannya supaya relevan mengatasi masalah kemanusiaan universal saat ini. Seperti masalah kelaparan, perdamaian dunia, dan lainnya.
Gagasan dakwah kultural Muhammadiyah itu dipaparkan Hilman di forum Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah 1445 H di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Rabu (20/3) malam. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag itu menjelaskan gerakan Muhammadiyah pada awal kelahirannya berdasarkan teologi Al-Maun.
Menurut Hilman kondisi itu perlu dikaji ulang, terkait dengan relevansinya terhadap keadaan saat ini. Baginya perlu dirumuskan strategi baru dalam dakwah kultural Muhammadiyah, sehingga tetap mampu relevan menghadapi persoalan keamausiaan universal masa kini.
Hilman mengatakan Muhammadiyah sudah menggariskan kemanusiaan universal pada empat hal. Yaitu membangun tata dunia yang damai berkeadilan. Kemudian regulasi dampak perubahan iklim, mengatasi kesenjangan antar negara, serta merespon menguatnya xenophobia. Seperti diketahui xenophobia adalah ketakutan terhadap orang asing atau orang yang di luar kelompoknya.
Dia menceritakan pada masa generasi awal, dakwah kultural Muhammadiyah yang terkait kemanusiaan dilakukan lewat gerakan Al-Maun. Tetapi sekarang Hilman mengatakan, perlu melakukan perenungan kembali terkait relevansinya dengan persoalan kemanusiaan saat ini.
Hilman menjelaskan menemukan selain dari Surat Al-Maun, yaitu Surat Al-Balad. Surat ini cukup relevan dan dapat dijadikan basis dakwah kemanusiaan universal oleh Muhammadiyah. Dia mengatakan di dalam surat Al-Balad ada ayat yang menjelaskan jalan terjal atau disebut Al-Aqobah.
Al-Aqobah itu didefinisikan dalam beberapa tafsir sebagai jalan terjal kemanusiaan. Poinnya adalah jalan yang sulit untuk dilalui. Dalam surat itu digambarkan seperti membebaskan budak dari perbudakan serta memberi makan saat krisis pangan.
Hilman mengatakan kedua contoh itu sangat relevan dengan apa yang terjadi saat ini. ’’Contohnya krisis kemanusiaan di Palestina,’’ katanya. Selain itu juga kondisi Indonesia yang menjadi negara dengan indeks kelaparan tertinggi di kawasan Asia Tenggara setelah Timor Leste. Dengan adanya landasan baru untuk basis dakwah kultural Muhammadiyah itu, diharapkan bisa mengatasi persoalan tadi.
Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster and Management Center (MDMC) Rahmawati Husein mengatakan, Muhammadiyah adalah salah satu ormas yang bergerak untuk kemanusiaan hingga tingkat global. Menurut dia, tidak banyak keorganisasian yang merespon secara luar biasa terkait krisis kemanusiaan. Menurut dia dari pengalaman lokal Muhammadiyah, bisa jadi pengalaman global. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
