← Beranda

Gemerlap Kembang Api dalam Euforia Tahun Baru Justru Terlihat Menakutkan Bagi Penderita Pyrophobia, Lalu Apa Itu Pyrophobia?

Elista Ita YustikaMinggu, 31 Desember 2023 | 16.10 WIB
Pyrophobia./fc06.deviantart.net

JawaPos.com – Euforia pergantian tahun memang merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu bagi sebagian besar orang, karena pada saat itu, langit-langit akan dipenuhi dengan gemerlap kembang api yang saling bersahutan.

Namun sayang, tidak semua orang dapat menikmati kondisi seperti itu. Salah satunya bagi penderita Pyrophobia.

Dilansir JawaPos.com dari my.clevelandclinic.org, pyrophobia merupakan sebutan bagi seseorang yang mempunyai ketakutan ekstrim terhadap api.

Orang dengan Pyrophobia sering merasa takut saat melihat api dalam bentuk apapun, seperti api unggun, nyala lilin, ataupun kembang api.

Terkadang, mereka juga mengalami kecemasan yang parah saat memikirkan atau berbicara tentang api.

Mereka mungkin mengantisipasi kebakaran di tempat atau situasi apapun, bahkan ketika tidak ada bahaya atau ancaman yang nyata.

Beberapa orang memiliki ketakutan terhadap kebakaran hutan secara khusus, yang merupakan kondisi yang disebut agri pyrophobia.

Ini adalah salah satu bentuk dari pyrophobia.

Baca Juga: Resep Minuman Herbal Jahe, Kunyit, dan Lemon untuk Dikonsumsi Setiap Hari Agar Badan Tak Loyo!

Sampai batas tertentu, takut akan api adalah hal yang normal. Namun, pyrophobia jauh lebih intens daripada respons "melawan atau lari dari api" pada umumnya.

Ketakutan yang parah terhadap api dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gejala-Gejala Pyrophobia

Orang dengan Pyrophobia dapat menghindari situasi apapun yang mereka yakini berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk ketakutan pada petasan atau kembang api dalam jumlah banyak.

Gejala umum yang dirasakan biasanya tidak ingin masuk ke tempat-tempat yang memiliki perapian.

Terkadang, mereka juga terobsesi untuk memeriksa tempat-tempat umum untuk mengetahui risiko kebakaran, rute penyelamatan diri, alat pemadam kebakaran, alarm asap, alat penyiram, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan ancaman kebakaran.

Di rumah, seseorang dengan pyrophobia mungkin bersikeras untuk menggunakan peralatan yang serba listrik, bukan peralatan yang menggunakan bahan bakar gas.

Selain tanda umum itu, orang dengan pyrophobia juga dapat mengalami serangan panik jika mereka melihat api atau berbicara tentang api.

Gejala serangan panik dapat meliputi:

· Menggigil.

· Pusing dan pusing.

· Berkeringat berlebihan (hiperhidrosis).

· Jantung berdebar-debar.

· Mual.

· Sesak napas (dispnea).

· Gemetar atau gemetar.

· Sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia).

Diagnosis dan Tes untuk Pyrophobia

Petugas pelayanan kesehatan dapat mendiagnosis Anda dengan gangguan Pyrophobia, jika Anda terlihat mengalami:

· Gejala kecemasan atau kepanikan saat melihat atau menyebutkan api.

· Ketakutan terhadap api selama enam bulan atau lebih.

· Berusaha keras untuk menghindari api atau risiko kebakaran.

· Mengalami kesulitan untuk melakukan sesuatu di rumah, tempat kerja, atau dalam situasi sosial karena rasa takut Anda terhadap api.

Seperti fobia lainnya, Pyrophobia bisa sulit didiagnosis karena fobia yang berbeda dapat tumpang tindih.

Seseorang dengan Pyrophobia mungkin juga memiliki klaustrofobia (takut akan ruang yang penuh sesak dan terbatas) atau agorafobia (takut tidak dapat melarikan diri dari suatu tempat atau mencari pertolongan jika terjadi sesuatu yang tidak beres).

Orang dengan gangguan fobia spesifik mungkin juga memiliki gangguan kesehatan mental lainnya, seperti:

· Gangguan kepribadian menghindar.

· Gangguan kecemasan terhadap penyakit (hipokondriasis).

· Gangguan obsesif-kompulsif.

· Gangguan panik.

· Gangguan kepribadian paranoid.

Penanganan dan Pengobatan Pyrophobia

Banyak orang dapat mengatasi rasa takut mereka terhadap api dengan psikoterapi. Penyedia layanan kesehatan Anda dapat merekomendasikan beberapa alternatif, diantaranya:

· Terapi perilaku kognitif (CBT): CBT berfokus untuk membantu Anda mengubah cara berpikir Anda tentang api.

Hal ini dilakukan dengan cara mempelajari fakta-fakta penting tentang kebakaran, seperti statistik kebakaran, bagaimana kebakaran terjadi, atau cara-cara yang aman untuk memadamkan api.

Terapi ini juga mengajarkan Anda teknik untuk mengelola pemicu rasa takut itu seperti pernapasan dalam atau meditasi.

· Terapi paparan: Jenis psikoterapi ini secara perlahan-lahan menghadapkan Anda pada api atau situasi yang berhubungan dengan api, termasuk melihat gambar atau video kebakaran.

Anda dapat meningkatkannya hingga dapat melihat korek api atau lilin yang menyala.

Beberapa penelitian juga menunjukkan manfaat dari program realitas virtual yang memungkinkan peserta untuk memadamkan api yang disimulasikan.

· Penanganan dengan obat: Perawatan ini belum terbukti sangat efektif untuk penanganan jangka panjang pyrophobia atau gangguan fobia spesifik lainnya.

Namun, jika Anda sering mengalami kecemasan atau kepanikan saat melihat api, penyedia layanan kesehatan akan merekomendasikan obat anti-kecemasan.

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah Pyrophobia, tetapi Anda dapat mengurangi efek negatif dari rasa takut akan api, diantaranya dengan:

· Hindari kafein, obat-obatan terlarang atau alkohol.

· Tetaplah berkomunikasi dengan terapis atau penyedia layanan kesehatan lainnya.

· Bicaralah dengan teman dan anggota keluarga tentang ketakutan Anda terhadap api.

EDITOR: Hanny Suwindari