JawaPos.com – Hyper Independence atau kemandirian yang berlebihan bukanlah kemandirian biasa. Sebab, orang dengan kondisi hyper independence tidak ingin bergantung dengan orang lain sama sekali.
Seorang hyper independent akan merasa tidak nyaman, ketika harus meminta bantuan atau membiarkan orang lain memberikan bantuan. Kondisi hyper independence merupakan respons dari stres yang paling sering dipicu oleh trauma kronis dan akut.
Orang-orang yang memiliki kondisi kemandirian berlebih ini, biasanya kebutuhan inti mereka ketika anak-anak tidak terpenuhi.
Tanda-tanda hyper independence
Dikutip dari Newport Institute, Jumat (8/12), tanda-tanda hyper independence atau kemandirian berlebih akan berbeda antara satu orang dengan orang lain. Namun, berikut ini bisa menjadi beberapa tandanya.
1. Mengambil terlalu banyak tanggung jawab.
Orang dengan hyper independence mungkin terlalu banyak mengambil pekerjaan atau tanggung jawab, yang melebihi kapasitas mereka.
2. Jarang berhubungan dekat dalam waktu yang panjang dengan orang lain.
Sikap mereka yang selalu berhati-hati, sehingga akan sulit untuk orang dengan kondisi hyper independence percaya pada orang lain.
3. Ketidakpercayaan terhadap orang lain.
Orang yang sangat mandiri sering merasa takut orang lain mengkhianati mereka. Namun, sering sekali keteteran menyelesaikan pekerjaan mereka.
4. Menutup diri.
Orang dengan kemandirian berlebih sering sekali menutup diri atau enggan memberikan informasi pribadi mereka.
5. Stres atau kelelahan.
Ketika orang memiliki kemandirian berlebih akan sulit meminta bantuan orang lain, sehingga mereka bisa mengalami stres bahkan gejala kelelahan.
Penyebab hyper independence
Kemandirian berlebih dapat berkembang sebagai respons terhadap trauma karena berbagai alasan, melansir dari Very Well Mind.
1. Pengabaian pada masa lalu.
Seseorang yang mengalami pengabaian pada masa lalu sehingga kebutuhannya tidak terpenuhi cenderung tumbuh sebagai pribadi yang hyper mandiri.
2. Mereka menganggap bahwa orang lain tidak akan bisa membantu mereka.
Sehingga, mereka menganggap tidak ada gunanya mencari bantuan atau dukungan dari orang lain.
3. Ketidakpercayaan pada orang lain.
Hal ini bisa terjadi karena seseorang pernah mengalami pelecehan, sehingga mereka merasa tidak aman saat percaya kepada orang lain.