JawaPos.com – Apa itu penyakit Edward Syndrome? Penyakit tersebut langka terjadi pada setiap kelahiran bayi. Hanya terjadi pada 1 dari 5000 kelahiran. Edward Syndrome atau yang disebut juga trisomi 18 diperkenalkan oleh John Hilton Edward.
Bayi yang dilahirkan dengan Edward Syndrome akan terlihat beberapa tanda fisik, seperti kepala yang kecil disertai bagian belakang yang menonjol, telinga cacat, rahang kecil, hidung datar, kelopak mata sempit, tulang dada pendek, tidak ada kuku, gangguan mental, serta memiliki berat badan yang tidak normal.
Dampak sindrom ini sangat beragam, biasanya bayi yang dilahirkan dengan sindrom ini akan mengalami kelainan pada jantung atau organ-organ lainnya. Karenanya, bayi yang memiliki sindrom ini tidak bisa diselamatkan. Kemungkinannya akan meninggal saat dalam kandungan atau jika sampai lahir hanya 5 sampai 10 persen saja yang bisa bertahan sampai usia satu tahun.
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan dari sindrom ini, Bank Darah Tali Pusat Cordlife, berupaya untuk lebih mengenalkan trisomi 18 kepada masyarakat Indonesia. Dalam peringatan Hari Trisomi Sedunia, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Ardiansjah Dara, SpOG menjelaskan sebenarnya trisomi 18 bukan penyakit turunan, tapi terjadi secara acak selama pembentukan sel telur dan sperma.
“Kesalahan dalam pembagian sel ini disebut dengan nondisjunction yang menghasilkan sel reproduksi dengan jumlah kromosom yang tidak normal,” katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (20/3).
Misalnya sebuah sel telur atau sel sperma memproduksi kopi kromosom 18 yang berlebih, jika salah satu dari kromosom tersebut terlibat dalam proses genetik pembuahan maka anak yang lahir akan memiliki kelebihan kromosom 18 dalam sel tubuhnya.
Fanny Novia, seorang ibu yang melahirkan anak pertamanya, Valleria Elinor Huang dengan mengidap trisomi 18 juga mengungkapkan testimoninya. Dampak Edward Syndrom pada Valleria adanya kelainan pada jantung kirinya dan single umbilical arteri sehingga Valleria hanya dapat bertahan selama 3 minggu saja sejak kelahirannya. (cr1/JPG)