Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 September 2024 | 01.42 WIB

Hati-hati, 7 Suplemen Zat Gizi Ini Bisa Jadi Racun Jika Dikonsumsi Terlalu Banyak

Ilustrasi 7 Suplemen yang Bisa Jadi Racun Jika Dikonsumsi Terlalu Banyak (pixabay) - Image

Ilustrasi 7 Suplemen yang Bisa Jadi Racun Jika Dikonsumsi Terlalu Banyak (pixabay)

JawaPos.com - Meski zat gizi dianggap baik dan dibutuhkan oleh tubuh kita, mengkonsumsi sumplemen zat gizi dalam jumlah yang besar juga bukanlah hal yang baik.

Tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi sumplemen zat gizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan kesehatan Anda.

Bahkan, suplemen tersebut sering kali dapat mengatasi kekurangan gizi dalam pola makan Anda.

Namun, mengonsumsi beberapa suplemen dalam dosis besar terutama dalam jangka waktu lama, bukanlah hal yang baik. Faktanya, vitamin dan mineral tertentu dapat menjadi racun jika dikonsumsi secara berlebihan.

Efek samping berkisar dari gejala ringan seperti sakit kepala, hingga dalam kasus yang paling parah, bisa menyebabkan kematian.

Dilansir dari eatingwell.com, Senin (9/9), berikut 7 suplemen zat gizi yang dapat jadi racun jika dikonsumsi secara berlebihan.

1. Vitamin A

Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak yang berperan dalam kesehatan penglihatan, fungsi sistem kekebalan tubuh, reproduksi, dan pertumbuhan. Asupan yang optimal juga penting dalam menjaga kesehatan hati dan jantung.

Makanan hewani tertentu, seperti ikan, jeroan, produk susu, dan telur, mengandung bentuk aktif vitamin A, yang juga dikenal sebagai retinol (vitamin A yang telah terbentuk). Makanan nabati mengandung beta karoten, atau pro vitamin A, yang dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.

Angka Kecukupan Gizi yang Direkomendasikan (AKG) untuk vitamin A tercantum dalam ekuivalen aktivitas retinol (RAE) dan bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Untuk pria dewasa, AKG adalah 900 mikrogram RAE sehari, dan 700 mcg untuk wanita dewasa. Misalnya, satu butir telur menyediakan 75 mcg RAE vitamin A.

Populasi tertentu mungkin perlu mengonsumsi suplemen vitamin A, seperti mereka yang memiliki gangguan gastrointestinal, fibrosis kistik, dan anemia defisiensi besi.

Batasan asupan vitamin A yang telah terbentuk mencakup asupan dari semua sumbe, makanan, minuman, dan suplemen, dan ditetapkan sebesar 3.000 mcg untuk orang dewasa berusia 19 tahun ke atas. Tidak ada batas atas yang ditetapkan untuk beta karoten atau sumber provitamin A lainnya.

Terlalu banyak vitamin A yang telah dibentuk sebelumnya dapat menyebabkan sakit kepala, penglihatan kabur, mual, pusing, nyeri otot, dan masalah koordinasi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore