Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 20.30 WIB

Temuan Mengejutkan: Pemanis Nol Kalori Eritritol Berpotensi Rusak Sel Pembuluh Darah Otak

ilustrasi seseorang yang menikmati makanan manis./Freepik - Image

ilustrasi seseorang yang menikmati makanan manis./Freepik

JawaPos.com - Eritritol adalah pemanis nol kalori yang populer digunakan dalam berbagai produk makanan bebas gula. Banyak orang mengonsumsinya untuk menghindari gula tanpa mengorbankan rasa manis. Namun, pemanis ini mungkin tidak seaman yang kita kira.

Sebuah studi laboratorium terbaru menemukan potensi risiko yang mengejutkan. Melansir dari Livescience.com Rabu (6/8), eritritol dapat merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah otak. Temuan ini menambah kekhawatiran dari penelitian sebelumnya.

Berikut adalah beberapa temuan kunci dari penelitian tersebut:

  1. Memicu Stres Oksidatif

Paparan eritritol pada sel-sel pembuluh darah otak memicu kondisi yang disebut stres oksidatif. Kondisi ini membuat sel memproduksi molekul berbahaya yang dikenal sebagai radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak dan menua sel.

  • Menghambat Aliran Darah Otak

  • Eritritol mengganggu kemampuan pembuluh darah untuk mengatur aliran darah. Hal itu terjadi karena eritritol mengurangi produksi senyawa penting, yaitu nitrat oksida. Akibatnya, pembuluh darah menjadi menyempit secara berbahaya, berpotensi mengurangi pasokan oksigen ke otak.

  • Mengurangi Kemampuan Mengatasi Pembekuan Darah

  • Studi menemukan bahwa eritritol menurunkan protein t-PA, yang berperan memecah gumpalan darah. Penurunan protein ini akan meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah. Gumpalan dapat menghalangi aliran darah.

  • Menambah Risiko Stroke Iskemik

  • Penelitian ini menunjukkan bahwa eritritol dapat berkontribusi pada mekanisme di balik peningkatan risiko stroke iskemik. Jika pembuluh darah menyempit dan kemampuan memecah gumpalan menurun, risiko stroke naik. Ini memperkuat temuan penelitian terdahulu.

  • Memperkuat Penelitian Sebelumnya

  • Penelitian ini menambahkan detail baru pada studi observasional yang lebih besar. Sebelumnya, sebuah studi terhadap 4.000 orang menemukan hubungan eritritol dengan risiko serangan jantung dan stroke. Peningkatan risiko tersebut ditemukan pada orang dengan kadar eritritol yang tinggi dalam darahnya.

  • Pentingnya Penelitian Lebih Lanjut

  • Meskipun hasil ini mengkhawatirkan, penelitian ini hanyalah studi laboratorium. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak eritritol secara lebih detail pada tubuh manusia. Peneliti menekankan pentingnya menentukan seberapa banyak eritritol dapat dikonsumsi tanpa bahaya.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore