Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 April 2024 | 02.55 WIB

Mengenal Anemia Aplastik dan Pengobatannya, Penyakit yang Membuat Komika Babe Cabita Meninggal Dunia

Tanda-tanda Anemia Aplastik yang Perlu Diwaspadai. - Image

Tanda-tanda Anemia Aplastik yang Perlu Diwaspadai.

 
 
JawaPos.com - Anemia aplastik adalah penyakit langka akibat kelainan pada sumsum tulang, yang menyebabkan organ tidak dapat menghasilkan cukup sel darah, baik itu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, atau ketiganya sekaligus.
 
Anemia aplastik bisa datang tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita.
 
Namun, anemia aplastik lebih sering terjadi pada anak remaja, orang dewasa muda usia awal 20-an tahun, dan lansia.

Penyakit ini bisa dikatakan cukup mematikan jika tidak ditangani secara serius. Hal ini dibuktikkan dengan meninggalnya komika Indonesia, Babe Cabita setelah menderita Anemia Aplastik dengan jangka waktu yang lama.

Penyebab Anemia Aplastik

Mengutip dari laman alodokter, berdasarkan penyebabnya terdapat dua jenis anemia aplastik, yaitu acquired aplastic anemia dan inherited aplastic anemia. 

Acquired aplastic anemia adalah anemia aplastik yang terjadi setelah seseorang lahir dan bukan diturunkan dari orang tua. Jenis anemia aplastik ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa.

Sebagian besar kasus anemia aplastik yang terjadi tidak diketahui penyebabnya. Namun, ada teori yang menunjukkan bahwa kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang organ sehat, yang dalam hal ini adalah sumsum tulang.

Berdasarkan beberapa penlitian, diketahui bahwa anemia aplastik yang didapat setelah lahir ini berisiko terjadi pada orang yang memiliki beberapa faktor seperti infeksi virus, efek samping pengobatan tertentu, terpapar zat kimia atau racun, sering terpapar radiasi berkekuatan tinggi, dan kehamilan. 

Kemudian, inhered aplastic anemia atau anemia aplastik bawaan disebabkan oleh kelainan genetik yang diwariskan dari orang tua. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Penderita anemia aplastik jenis ini berisiko mengalami kanker tertentu, seperti leukemia.

Gejala Anemia Aplastik

Dikutip langsung dari laman Siloam Hospital, orang yang menderita anemia aplastik akan menunjukkan gejala sesuai jenis darah yang jumlahnya berkurang.

Namun secara umum, penderita anemia aplastik dapat menunjukkan beberapa gejala berikut: 

  • Luka sulit sembuh
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Kulit pucat
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Dada berdebar
  • Mudah mengalami infeksi dan demam
  • Sering mengalami perdarahan, misalnya mimisan, perdarahan gusi, mudah lebam dan memar, dan BAB berdarah
Pengobatan Anemia Aplastik
 
Untuk mengobati anemia aplastik, dokter dapat melakukan beberapa langkah penanganan berikut ini:

1. Transfusi darah

Transfusi darah tidak dapat menyembuhkan penyakit anemia aplastik, tetapi dapat meringankan gejala anemia dan menyediakan sel-sel darah yang tidak bisa diproduksi oleh sumsum tulang.

Penderita anemia aplastik berat mungkin akan membutuhkan transfusi darah berulang kali. Hal ini bisa meningkatkan risiko komplikasi transfusi darah, seperti infeksi, reaksi kekebalan tubuh terhadap darah yang didonorkan, hingga penumpukan zat besi pada sel darah merah (hemokromatosis).

2. Transplantasi sel induk

Transplantasi sel induk atau yang biasa disebut transplantasi stem cell atau sel punca bertujuan untuk menyusun kembali sumsum tulang dengan sel induk dari donor. Metode pengobatan ini masih dianggap satu-satunya pilihan pengobatan untuk penderita anemia aplastik berat.

Transplantasi sel induk umumnya dilakukan untuk orang-orang yang berusia muda dan memiliki kecocokan dengan donor, yang biasanya saudara kandung. Metode ini bisa dilakukan melalui transplantasi sumsum tulang.

Meski merupakan pilihan terapi utama untuk mengobati anemia aplastik, prosedur transplantasi sel induk atau transplantasi sumsum tulang ini juga mempunyai risiko, yaitu reaksi penolakan terhadap sumsum tulang dari donor.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore