Ilustrasi inner child
JawaPos.com – Belakangan ini, kata inner child sering kali bermunculan di media sosial. Istilah tersebut digunakan dalam psikologi untuk menggambarkan bagian dalam diri seseorang yang masih memiliki kecenderungan, kebutuhan, dan emosi seperti ketika mereka masih anak-anak.
Inner child sendiri merupakan trauma masa kanak-kanak yang tidak ditangani dan dapat muncul kembali dengan cara baru pada usia dewasa. Inner child dapat merujuk pada kenangan, keinginan, atau perasaan yang mungkin tersembunyi atau terlupakan dalam diri seseorang.
Pada dasarnya, setiap orang pasti memiliki inner child dan sudah sewajarnya ada dan dialami setiap individu. Namun, sebagian orang mungkin merasa kesulitan untuk menyembuhkan inner child yang ada pada dirinya dan memilih untuk menyembunyikan atau hanya memendam.
Dampak dari inner child dapat bervariasi dari individu ke individu, tergantung pada pengalaman masa kecil mereka dan sejauh mana inner child mereka terluka atau terabaikan. Trauma yang ditimbulkan dapat berpengaruh pada hubungan pribadi seseorang.
Dikutip laman Healthline.com (30/7), berikut merupakan lima cara yang dapat membantu untuk menyembuhkan inner child, di antaranya:
1. Akui Keberadaan Inner Child
Proses mengakui ini bisa melibatkan diri untuk mengenali hingga menerima, baik masa kelam maupun pahit yang telah dirasakan pada masa lalu. Dengan memahami hal tersebut, kita dapat dengan mudah mengetahui dampaknya secara menyeluruh.
2. Menulis Surat atau Jurnal dengan Rutin
Untuk membuka dialog dan memulai proses penyembuhan dapat direkomendasikan melalui menulis pengalaman yang dirasakan, trauma, serta sakit dalam sebuah surat atau jurnal. Tulisan tersebut dapat membantu meredakan sebagian dari rasa sakit yang masih ada.
3. Lakukan Meditasi
Meditasi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental dalam membantu memulihkan inner child. Meditasi dapat membantu berlatih mengakui dan duduk dengan perasaan apapun yang muncul dalam hidup. Hal itu membantu memvalidasi perasaan inner child pada diri kita dengan mengirimkan pesan bahwa tidak apa-apa memiliki emosi dan mengeluarkannya.
4. Belajar Menjadi Pribadi yang Terbuka
Belajar membuka diri dengan memperkuat koneksi dengan orang lain, mulai mendengarkan, bekerjasama, hingga saling menyayangi dapat membantu menyembuhkan setiap luka atau kesedihan dari inner child.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
