Putus asa dapat muncul dari kabar buruk, kejadian tidak menyenangkan, mengetahui kenyataan tentang sesuatu, atau tertampar oleh realita. Namun, apapun akar munculnya putus asa, itu akan membawa siapa pun ke tempat lebih gelap dan keadaan lebih menyedihkan.
Enam cara mengatasi putus di bawah ini setidaknya akan membantu untuk menemukan cahaya pada masa-masa paling sulit, sekaligus semoga memberi kekuatan tambahan untuk bertahan dalam menemukan harapan.
Dilansir JawaPos.com dari Mind Ease, Senin (24/7), cara pertama untuk mengatasi putus asa yaitu dengan mengambil satu langkah kecil. Menjalani rutinitas sehari-hari yang sama tampaknya membuat hidup suram.
Agar lebih berwarna, satu langkah kecil dalam lima menit ke depan akan membantu. Misalnya saat bangun di pagi hari, kita sudah membuka mata tetapi ditarik oleh gravitasi tempat tidur yang entah bagaimana menjadi puluhan kali lebih kuat.
Itu karena yang kita pikirkan satu hari penuh dengan rutinitas sama. Kita akan lebih mudah bangun dari tempat tidur jika saat itu memikirkan hanya perlu duduk.
Setelah berhasil duduk, coba untuk berdiri tanpa memikirkan seluruh waktu di hari itu. Hanya satu langkah kecil dalam lima menit pertama sebelum melakukan sesuatu.
2. Mindfulness dengan Menghubungkan Semua Panca Indra
Mindfulness adalah salah satu cara untuk mencapai ketenangan pikiran dengan cara meditasi. Lebih jauh lagi, meditasi ini untuk menghubungkan semua panca indra dengan teknik tertentu.
Teknik yang umumnya dipakai adalah 5 4 3 2 1 untuk membantu fokus pada saat ini. Teknik ini terdiri dari: 5 benda yang bisa kita lihat, 4 benda yang bisa kita sentuh, 3 hal yang bisa kita dengar, 2 benda yang bisa kita cium aromanya, dan 1 hal yang bisa kita rasakan.
Menerapkan teknik mindfulness di atas sebaiknya berada dalam keadaan duduk dan tenang. Cobalah mengambil napas lalu lakukan satu per satu tahap dari 5 hingga akhir.
Melatih mindfulness tersebut akan membantu kita kembali ke akal sehat alih-alih terpuruk makin dalam di perasaan putus asa.
3. Merenungkan Pikiran dan Isi Hati
Keputusasaan datang dari pikiran dan emosi yang tidak menyenangkan. Kita mungkin mengalami ketakutan, penyangkalan, dan kekecewaan akan sesuatu.
Mungkin rasa putus asa muncul dari masa depan tidak jelas atau menderita karena kesalahan masa lalu. Kita bahkan merasakan kekacauan dan kekosongan batin.
Cara merenungkan hal tersebut yang disarankan oleh Mind Ease adalah menulis pertanyaan yang menjadi sumber risau pikiran dan isi hati kita di selembar kertas.
Beberapa pertanyaan tersebut misalnya, Apakah saya membuat bencana? Apakah saya hanya berfokus pada pikiran negatif? Apakah saya memperlakukan diri sendiri dengan tidak baik?
Secara tidak langsung, setiap beban yang berada di pikiran dan isi hati akan terurai lebih jelas dengan menuliskannya.
4. Mencari Makna di Balik Penderitaan dan Bencana
Viktor Frankl, seorang neurolog dan psikiater Austria (1905 - 1997), pernah mengatakan: Mereka yang memiliki 'mengapa' untuk hidup, dapat bertahan dengan hampir semua 'bagaimana'. Dari ungkapan tersebut, kita dapat menemukan cara untuk mengubah putus asa menjadi tujuan baru yang lebih segar dan bersemangat.
Menurut Frankl, kita mampu menemukan makna melalui pekerjaan yang kita lakukan, pengalaman yang kita miliki, serta sikap terhadap penderitaan yang ternyata tidak terhindarkan itu. Mayoritas orang dapat menemukan makna positif dari penderitaan dan bencana melalui iman, sebuah keyakinan tempat berpegang untuk tetap bertahan.
5. Cara Mengatasi Putus Asa dengan Bersandar pada Orang Terpercaya
Alih-alih menarik diri kepada orang lain atas kesulitan dan putus asa yang kita alami, ada baiknya justru mencoba bersandar kepada orang terpercaya. Ini bisa berarti keluarga, teman dekat, atau kekasih yang baik.
Isolasi diri sendiri hanya akan membuat keadaan kita semakin memburuk. Kesulitan saat ini dapat berubah menjadi peluang terbaik untuk lebih dekat dengan orang terpercaya.
6. Pada Akhirnya, Bantuan Profesional
Jika situasi semakin tidak terkendali yang mana berpengaruh langsung pada produktivitas sehari-hari, alangkah bijak mengambil keputusan untuk konsultasi kepada tenaga profesional. Seperti halnya psikiater atau psikolog, mereka akan membantu mengurai masalah dan penyebab rasa putus asa itu muncul, sekaligus memberi saran sebagai solusi mengatasinya, mengubah keadaan jadi lebih baik.
Jangan biarkan keadaan kelam itu berlarut dalam waktu lama, gunakan cara mengatasi putus asa di atas untuk mengurangi beban di sekujur tubuh.