JawaPos.Com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), memutuskan akan memverifikasi ulang data 440 ribu honorer daerah (Honda K2). Alasan utama kata Karo Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN RB Herman Suryatman, untuk menghindari honorer siluman seperti yang terjadi di Honda K1.
"Jangan sampai honorer K2 yang diverifikasi tahun 2013, ada yang wafat atau berhenti bekerja,’’ ujar Herman saat ditemui di KemenPAN RB, Jakarta, Rabu (30/9).
Metode verifikasi dan validasi ada dua opsi. Pertama, melalui uji petik, akan dipilih daerah tertentu. Atau opsi kedua, akan menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek ulang semua data.
"Keduanya ada untung rugi. Kalau uji petik, lebih hemat anggaran tapi tidak semua data terjangkau. Sedang kalau turun lapangan, semua data terjangkau tapi anggarannya besar,’’ tuturnya.
Seperti dikehaui, untuk memverifikasi ulang 440 ribu eks honorer K2 tersebut pemerintah menghabiskan uang negara sebesar Rp 16,4 Miliar. (had/jpg)