JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pengamat Terorisme: Polisi tidak Sepeka TNI

Dalam Hal Geografis dan Teritori

14 Januari 2019, 16:22:27 WIB
Pengamat Terorisme: Polisi tidak Sepeka TNI
Anggota TNI perlu dilibatkan pengejaran para teroris yang tergabung dalam MIT (Deny/Cenderawasih Pos/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Setelah seorang peladang dipenggal dan dua anggota Brimob ditembak 31 Desember lalu, tak kunjung ada kabar penangkapan terhadap anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Pelibatan TNI dalam operasi pengejaran makin urgen.

Seperti diketahui, operasi pengejaran kelompok MIT dilakukan sejak 2015. Awalnya nama operasi tersebut Cama Maleo. Tapi, pada 2016 operasi tersebut berganti nama menjadi Operasi Tinombala. TNI mulai dilibatkan dalam pengejaran setelah hampir setahun pengejaran yang dilakukan kepolisian belum maksimal.

Pasca pelibatan TNI, mulai banyak anggota MIT yang tertangkap. Dari 28 orang menjadi tersisa 4 orang. Puncaknya adalah tewasnya pimpinan MIT Santoso alias Abu Wardah. Santoso tertembak oleh Tim Alfa 29 Kostrad, salah satu pasukan yang diterjunkan TNI.

Pengamat Terorisme: Polisi tidak Sepeka TNI
Anggota TNI perlu dilibatkan pengejaran para teroris yang tergabung dalam MIT (Denny Tonjau/Cenderawasih Pos/Jawa Pos Group)

Namun, mulai 2018 Operasi Tinombala hanya melibatkan personel dari Polda Sulteng. Itu membuat MIT Ali Kalora bisa berulah dengan memenggal kepala seorang warga dan menembak dua polisi.

Pengamat terorisme Al Chaidar menuturkan, yang paling menghambat adalah medan pengejaran yang sulit serta karakter MIT yang merupakan teroris tamkin (berdasarkan teritori). "Beda dengan kelompok teror biasa yang fleksibel bergerak dan tidak memahami geografis," ujarnya.

Teroris tamkin, lanjut dia, biasanya berasal dari daerah tersebut. Karena itu, mereka sangat mengenali wilayah, baik hutan, jalan tikus, maupun lokasi yang menguntungkan untuk melakukan penyerangan. "Masalahnya, polisi tidak sepeka TNI dalam hal geografis dan teritori," paparnya.

Bila TNI tidak dilibatkan untuk menuntaskan MIT, bisa jadi pengejaran itu akan berlarut-larut. Tenang sebentar, lalu meletup kemudian. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (idr/c10/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up