
Menag Nasaruddin Umar saat melepas calon jemaah haji Indonesia di hotel sektor 2, Makkah, untuk prosesi wukuf di Arafah pada Kamis (5/6). (MCH 2025)
JawaPos.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penyelenggaraan haji 2025 menggunakan sistem multi syarikah.
Total ada delapan syarikah yang digandeng Kementerian Agama (Kemenag). Skema ini ternyata menimbulkan sejumlah masalah. Karena itu, muncul usulan supaya ke depan cukup pakai satu syarikah, supaya mudah dikontrol.
Syarikah adalah perusahaan swasta Arab Saudi yang bertugas sebagai operator layanan haji. Mereka yang mengurusi keperluan jamaah ditanah suci. Khususnya saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Namun dalam pelaksanaannya banyak masalah akibat sistem multi syarikah itu. Yang paling mencolok adalah jamaah pisah hotel saat menginap di Makkah.
Parahnya lagi ada pasangan suami-istri yang hotelnya terpisah berjauhan. Ada juga lansia dan pendamping yang pisah hotel.
Catatan lainnya adalah keterlambatan angkutan dari hotel di Makkah menuju Arafah. Begitupun saat jamaah sudah di Arafah untuk wukuf, sempat ada masalah dalam penempatan di tendanya.
Kinerja syarikah yang penuh masalah itu jadi sorotan anggota Komisi VIII DPR Maman Immanul Haq. Dia mengatakan tidak perlu banyak-banyak syarikah. Bahkan jika diperlukan, syarikahnya perusahaan dari Indonesia. Sehingga lebih mudah dikontrol.
Dia mengatakan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang selama ini bertugas mengelola dana haji, punya kesempatan besar menjadi syarikah.
Apalagi mereka sudah punya anak usaha berupa perusahaan resmi di Saudi bernama BPKH Limited. Lewat perusahaan ini, Indonesia bisa membuat syarikah sendiri.
Dia berharap ketika berhasil membuat syarikah haji, Indonesia mampu mengelola keuangan dan layanan haji secara lebih profesional dan terpadu.
“Teman-teman di BPKH sudah memiliki basis profesionalisme yang kuat dalam bidang ekonomi syariah serta pelayanan publik, termasuk dalam pengelolaan keuangan haji," katanya Maman dalam keterangannya Rabu (25/6) sore.
Jadi, lanjut Maman, kenapa tidak BPKH selain melayani pengelolaan keuangan haji, juga bisa langsung membuat syarikah. Termasuk mengelola amanat Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan Kampung Indonesia untuk jamaah haji di Arab Saudi.
Maman menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo, pengelolaan haji sebaiknya tidak berlarut-larut dan harus terintegrasi secara efisien.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah membangun infrastruktur pendukung haji seperti bandara dan hotel yang dikelola secara terpusat di Kampung Haji Indonesia.
Kemudian menggabungkan beberapa hotel menjadi satu kompleks. Sehingga katering dan layanan lain bisa lebih terkoordinasi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
