Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 20.36 WIB

Kloter Pertama Haji Tiba Besok, Ini Skema Fast Track dan Titik Layanan di Bandara Madinah

Jamaah haji Indonesia saat mengantre untuk memasuki bus murur di Arafah pada Haji 2024. (Dok. Kemenag)

JawaPos.com – Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada 2 Mei 2025, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Bandara memastikan seluruh jalur layanan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, telah siap.

Skema pelayanan disesuaikan dengan jenis kedatangan jemaah, termasuk jalur fast track dan reguler, yang akan ditangani di empat titik layanan utama.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa layanan fast track diberikan khusus kepada jemaah dari tiga embarkasi, yakni Jakarta (JKG dan JKS), Surabaya (SUB), dan Solo (SOC).

Melalui sistem ini, proses keimigrasian telah diselesaikan di bandara asal di Indonesia, sehingga sesampainya di Madinah, jemaah tidak perlu lagi melalui antrean imigrasi.

“Fast track ini sangat mengurangi waktu tunggu. Jemaah bisa langsung menuju bus, tidak perlu antre imigrasi, dan proses pemindahan ke hotel pun jadi lebih efisien,” jelas Basir saat ditemui di Bandara Madinah, Kamis (1/5).

Sementara untuk jemaah dari embarkasi lain yang belum menerapkan fast track, Basir menjelaskan bahwa mereka akan diterima di Terminal Internasional atau Terminal Haji, tergantung pada jenis penerbangan dan rute yang digunakan maskapai.

Di titik-titik ini, seluruh proses kedatangan, imigrasi, dan pemindahan bagasi tetap akan dijalankan dengan sistem yang terintegrasi, didukung oleh 140 petugas yang telah disiapkan oleh PPIH.

Titik keempat yang disebut sebagai zona nol (zero zone) menjadi lokasi pertama penyambutan jemaah sejak keluar dari pesawat. Di titik ini, petugas telah disiagakan untuk memberikan bantuan awal, mulai dari membantu lansia, mengawal jemaah dengan risiko tinggi, hingga mengarahkan mereka menuju proses pemeriksaan dan transportasi.

“Empat titik layanan ini sudah kami simulasikan. Setiap petugas tahu perannya dan bagaimana mengatur arus jemaah sesuai titik kedatangannya,” ujar Basir.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi telah dilakukan secara intensif dengan otoritas bandara Arab Saudi, pihak maskapai, serta delapan syarikah yang bertanggung jawab atas pengangkutan jemaah dari bandara menuju hotel-hotel di Madinah.

Sebagai upaya mitigasi, Daker Bandara juga telah membagi petugas berdasarkan kloter, termasuk yang bertugas pada jadwal kedatangan dini hari. Basir menekankan bahwa hari pertama harus berjalan tanpa kesalahan, karena akan menjadi cermin bagi kloter-kloter selanjutnya.

“Bapak Menteri Agama sudah menegaskan, hari pertama itu harus zero mistake. Karena itu semua tim kami siagakan penuh,” tegasnya.

Dengan sistem empat titik yang sudah teruji dan layanan fast track untuk kloter tertentu, Daker Bandara berharap seluruh jemaah yang datang esok hari bisa langsung merasa nyaman dan diarahkan dengan tertib. Seluruh unsur petugas dari layanan umum, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga transportasi telah bersiap penuh.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore