Jamaah haji Indonesia saat mengantre untuk memasuki bus murur di Arafah pada Haji 2024. (Dok. Kemenag)
JawaPos.com – Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada 2 Mei 2025, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Bandara memastikan seluruh jalur layanan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, telah siap.
Skema pelayanan disesuaikan dengan jenis kedatangan jemaah, termasuk jalur fast track dan reguler, yang akan ditangani di empat titik layanan utama.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa layanan fast track diberikan khusus kepada jemaah dari tiga embarkasi, yakni Jakarta (JKG dan JKS), Surabaya (SUB), dan Solo (SOC).
Melalui sistem ini, proses keimigrasian telah diselesaikan di bandara asal di Indonesia, sehingga sesampainya di Madinah, jemaah tidak perlu lagi melalui antrean imigrasi.
“Fast track ini sangat mengurangi waktu tunggu. Jemaah bisa langsung menuju bus, tidak perlu antre imigrasi, dan proses pemindahan ke hotel pun jadi lebih efisien,” jelas Basir saat ditemui di Bandara Madinah, Kamis (1/5).
Sementara untuk jemaah dari embarkasi lain yang belum menerapkan fast track, Basir menjelaskan bahwa mereka akan diterima di Terminal Internasional atau Terminal Haji, tergantung pada jenis penerbangan dan rute yang digunakan maskapai.
Di titik-titik ini, seluruh proses kedatangan, imigrasi, dan pemindahan bagasi tetap akan dijalankan dengan sistem yang terintegrasi, didukung oleh 140 petugas yang telah disiapkan oleh PPIH.
Titik keempat yang disebut sebagai zona nol (zero zone) menjadi lokasi pertama penyambutan jemaah sejak keluar dari pesawat. Di titik ini, petugas telah disiagakan untuk memberikan bantuan awal, mulai dari membantu lansia, mengawal jemaah dengan risiko tinggi, hingga mengarahkan mereka menuju proses pemeriksaan dan transportasi.
“Empat titik layanan ini sudah kami simulasikan. Setiap petugas tahu perannya dan bagaimana mengatur arus jemaah sesuai titik kedatangannya,” ujar Basir.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi telah dilakukan secara intensif dengan otoritas bandara Arab Saudi, pihak maskapai, serta delapan syarikah yang bertanggung jawab atas pengangkutan jemaah dari bandara menuju hotel-hotel di Madinah.
Sebagai upaya mitigasi, Daker Bandara juga telah membagi petugas berdasarkan kloter, termasuk yang bertugas pada jadwal kedatangan dini hari. Basir menekankan bahwa hari pertama harus berjalan tanpa kesalahan, karena akan menjadi cermin bagi kloter-kloter selanjutnya.
“Bapak Menteri Agama sudah menegaskan, hari pertama itu harus zero mistake. Karena itu semua tim kami siagakan penuh,” tegasnya.
Dengan sistem empat titik yang sudah teruji dan layanan fast track untuk kloter tertentu, Daker Bandara berharap seluruh jemaah yang datang esok hari bisa langsung merasa nyaman dan diarahkan dengan tertib. Seluruh unsur petugas dari layanan umum, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga transportasi telah bersiap penuh.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
