Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Mei 2024 | 16.55 WIB

Wapres Minta Saudi Terus Tambah Kuota Haji untuk Indonesia, Supaya Antrean Tak Lebih dari Lima Tahun

Wakil Presiden RI Ma - Image

Wakil Presiden RI Ma

JawaPos.com - Panjangnya antrean haji selalu menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan pejabat Indonesia dengan otoritas dari Arab Saudi. Tidak terkecuali saat Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al Rabiah kemarin (30/4).

Pertemuan di kompleks Istana Wakil Presiden tersebut berlangsung tertutup. Seusai pertemuan, Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyampaikan beberapa poin pembicaraan.

Dia menekankan bahwa salah satu pokok pembicaraan adalah soal kuota haji Indonesia.

Ma’ruf Amin berharap pemerintah Saudi terus memberikan tambahan kuota haji untuk Indonesia. Dengan tambahan kuota haji yang berkelanjutan, diharapkan antrean jemaah haji di Indonesia akan kembali normal seperti dahulu. ”Atau dengan masa tunggu tidak lebih dari lima tahun,” katanya.

Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih atas tambahan kuota haji tahun ini sebanyak 20 ribu kursi. Meningkat 100 persen dibandingkan sebelum-sebelumnya. Biasanya pemerintah Saudi memberikan kuota tambahan 10 ribu kursi saja.

Dengan tambahan kuota haji itu, tahun ini Indonesia memberangkatkan 241 ribu jemaah. Itu merupakan rekor pemberangkatan haji terbanyak dari Indonesia sepanjang masa.

Masduki mengatakan, adanya tambahan kuota haji menjadi solusi masalah antrean yang sangat panjang. Dengan kuota yang semakin lama semakin bertambah, diharapkan dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan antrean haji di Indonesia tidak terlalu panjang.

Masduki mengungkapkan, rata-rata untuk Pulau Jawa, antrean haji mencapai 20 tahun. Bahkan, untuk daerah-daerah tertentu, ada yang sudah di atas 30 tahun, bahkan lebih dari 40 tahun.

Panjangnya antrean haji itu menjadi salah satu keluhan masyarakat yang kerap disampaikan ketika wakil presiden berkunjung ke daerah. ”Selalu menjadi pertanyaan (di daerah, Red), apakah kami ini bisa naik haji? Atau kami sudah wafat terlebih dahulu sebelum waktu haji itu datang,” paparnya.

Selain membahas kuota, pertemuan kemarin membicarakan penyelenggaraan haji secara umum. Termasuk upaya peningkatan kualitas manajemen dan pelaksanaan haji di lapangan. Ma’ruf Amin mengharapkan pemerintah Saudi memperkuat koordinasi dengan pemerintah Indonesia. Sehingga pelaksanaan haji lebih baik dan semakin efisien serta tidak memberatkan dari aspek pembiayaannya.

Urusan biaya haji itu sangat penting. Pasalnya, saat ini Saudi sedang gencar meningkatkan pemasukan dari sektor pariwisata, termasuk dari pelaksanaan rukun Islam kelima tersebut. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan ekonomi mereka terhadap sektor minyak. ”Apa pun itu adalah hal yang wajar,” ucapnya. Yang terpenting, kedua negara bisa bekerja sama dengan baik.

Indonesia sebagai negara pengirim jemaah bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Sedangkan Saudi selaku tuan rumah juga sama-sama menjalankan perannya secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Tawfiq mengatakan, persiapan penyelenggaraan haji 2024 sudah digeber sejak dini. Sehingga persiapannya lebih baik daripada sebelumnya. Apalagi, tahun ini kuota haji Indonesia meningkat menjadi 241 ribu orang.

Sampai kemarin sudah diterbitkan visa haji untuk 171 ribuan jemaah haji Indonesia. Jumlah itu setara dengan sekitar 70 persen total jemaah haji. Tawfiq berharap sisa visa yang masih proses bisa tuntas dalam satu pekan ke depan. Dengan begitu, tidak ada persoalan dalam pelaksanaan pemberangkatan jemaah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore