Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juli 2023 | 03.14 WIB

Tradisi Syukuran Setelah Pulang Haji Ternyata Dianjurkan, Begini Haditsnya

UNGKAPAN SYUKUR: Muhammad Hasan, jemaah haji kloter 1 embarkasi Surabaya, berdoa setelah mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya kemarin (4/7).

 
JawaPos.com - Jamaah haji Indonesia seringkali mengadakan tradisi syukuran setelah pulang dari tanah suci. Mereka biasanya menyajikan berbagai hidangan atau membagikan nasi kotak disertai dengan sejumlah oleh-oleh khas haji kepada kerabat, saudara, maupun tetangga.
 
Tradisi itu diadakan sebagai rasa syukur telah melaksanakan ibadah haji. Ternyata, tradisi syukuran setelah pulang dari haji sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad. Bahkan, hal itu dijelaskan pada hadits. Dikutip dari laman NU Online, berikut bunyi hadits-nya:
 
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لَمَّا قدِمَ النَّبيُ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ المدينةَ : نَحر جَزورًا ، أو بقَرةً 
 
 
Artinya, “Sesungguhnya Rasulullah saw ketika tiba dari Madinah sepulang safar, beliau menyembelih unta atau sapi.” (HR Bukhari).
 
Hadits lain yang menganjurkan tentang syukuran pasca pulang haji adalah sebagai berikut:
 
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ تُلُقِّيَ بِنَا .فَتُلُقِّيَ بِي وَبِالْحَسَنِ أَوْ بِالْحُسَيْنِ . قَالَ : فَحَمَلَ أَحَدَنَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَالْآخَرَ خَلْفَهُ حَتَّى دَخَلْنَا الْمَدِينَةَ 
 
Artinya, “Jika Nabi saw pulang dari safar, kami menyambutnya. Beliau menghampiriku, Hasan, dan Husain, lalu beliau menggendong salah satu di antara kami di depan, dan yang lain mengikuti di belakang beliau, hingga kami masuk kota Madinah.” (HR Muslim).
 
Sementara itu, sebagai pihak yang diundang acara syukuran, alangkah baiknya jika meminta doa ampunan kepada jamaah haji yang mengundang. Jangan segan karena hal itu merupakan anjuran dari Nabi Muhammad.
 
Menurut Rasulullah, orang yang baru pulang haji, ia dalam keadaan bebas dari segala dosa seperti bayi yang baru lahir, sehingga doanya mudah dikabulkan.
 
 
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
 
Artinya, “Siapa saja yang berhaji, lalu tidak berkata keji dan tidak berbuat dosa, niscaya ia pulang (suci) seperti hari dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari, Muslim, An-Nasai, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah) 
 
Rasulullah juga memaparkan tata caranya saat menyambut jamaah haji ketika tiba di rumah sambil meminta doa.
 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَقِيتَ الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ وَمُرْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ 
 
Artinya, “Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: ‘Rasulullah bersabda: ‘Jika
kamu menjumpai orang yang baru berpulang dari haji maka berilah salam kepadanya, dan jabatlah tangannya, serta mintalah kepadanya untuk memohonkan ampun buatmu sebelum ia memasuki rumahnya, sebab ia telah diampuni dosa-dosanya.’” (HR Imam Ahmad).
 
Doa yang bisa diucapkan antara lain doa riwayat Imam Al-Baihaqi dari Sahabat Abu Hurairah RA sebagai berikut:
 
 
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الحَاجُّ 
 
Artinya, “Ya Allah, ampunilah dosa jamaah haji ini dan dosa orang yang dimintakan ampun oleh jamaah haji ini.” 
 
Adapun, waktu yang utama untuk meminta doa ampunan adalah saat menyambut jamaah haji sebelum masuk ke rumahnya.
 
 
Namun, menurut Imam Ghazali yang mengutip ucapan Umar bin Khattab, keutamaan memperoleh berkah dari doa tersebut bisa juga sejak bulan Dzulhijjah, Muharram, Safar, sampai tanggal 20 Rabiul Awal.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore