← Beranda

Gamer Mobile Vs PC dan Konsol, Mana yang Lebih Royal?

Estu Suryowati01 Juni 2022, 18.38 WIB
Photo
JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, game seluler dilaporkan terus mengalami kenaikan pemain dan angka transaksi yang terus meningkat. Ditambah lagi, pandemi Covid-19 juga membuat para gamers mobile menghabiskan begitu banyak uang untuk game smartphone mereka.

Berdasarkan laporan terbaru, diperkirakan pengeluaran para gamers mobile selama tahun 2022 di seluruh dunia akan mencapai USD 136 miliar atau berkisar Rp 1,9 kuadriliun. Hal ini merupakan kenaikan berkali-kali lipat dari data pada tahun 2019 yang melaporkan dimana para pemain menghabiskan total uang tidak kurang dari USD 60 miliar atau berkisar Rp 872,3 triliun.

Kenaikan angka sedemikian signifikan ini memang tidak mengherankan. Seperti sudah disinggung di atas, selama beberapa tahun terakhir, mobile gaming telah mengalami pertumbuhan yang eksponensial, baik dari segi jumlah pemain maupun dari segi pengeluaran.

Namun, seperti yang diungkapkan oleh laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC), pasar game seluler telah tumbuh dengan stabil selama dua tahun terakhir, terutama didorong oleh pandemi Covid-19. Untuk tahun 2022, perusahaan riset tersebut memperkirakan bahwa game seluler akan menghasilkan tidak kurang dari Rp 1,9 kuadriliun. Secara keseluruhan, game Android dan iOS saja mewakili 61 persen dari pasar video game global.

Rinciannya, selama kuartal I 2022, gamer seluler menghabiskan Rp 1,6 miliar per minggu. Namun pasar PC dan konsol tidak akan kalah, dengan keuntungan masing-masing diperkirakan mencapai USD 42 miliar dan USD 40 miliar atau setara dengan Rp 581,5 triliun sampai Rp 610,6 triliun.

Melalui lapprannya, IDC juga mencatat lonjakan penjualan konsol setelah Microsoft dan Sony menyelesaikan masalah seputar produksi PS5 dan Xbox Series X. Secara total, seluruh industri video game tersebut diklaim mencapai USD 222 miliar pada tahun 2022 atau berkisar Rp 3,2 kuadriliun lebih.

Lexy Sydow, kepala riset pasar untuk IDC menyampaikan, mitra mereka di GamesBeat dan menjelaskan mengapa pasar ponsel begitu booming. "Saya pikir Covid-19 adalah katalisnya, tetapi trennya ada, jadi saya pikir itu hanya fakta bahwa Covid-19 telah membawa lebih banyak orang ke dunia game," katanya.

Dirinya juga heran mengapa pasar game mobile bisa sedemikian tinggi. "Saya pikir ada banyak orang yang tidak pernah benar-benar memainkan game seluler dan mungkin melakukannya untuk pertama kalinya selama Covid-19. Tetapi pada akhirnya, fenomena ini benar-benar berkembang dari waktu ke waktu," terangnya.

Dia juga menambahkan, game seluler menampilkan keragaman profil pemain yang lebih besar daripada di media lain dengan proporsi yang signifikan dari pemain wanita dan baby boomer. Selain itu, laporan ini menegaskan bahwa pertumbuhan kekuatan smartphone mendorong daya tarik ini untuk game mobile. Ditambah lagi banyaknya kehadiran smartphone yang spesifik menyasar pasar gaming mobile.
EDITOR: Estu Suryowati