← Beranda

Mau Jual HP dan Laptop Bekas? Lebih Baik Simak Hal Ini Terlebih Dahulu

Tania Sani Achmad AminJumat, 1 Desember 2023 | 17.50 WIB
IlUSTRASI: Data pribadi (Fernando Arcos dari Pexels)

JawaPos.com – Ketua Tim Insiden Siber Sektor Keuangan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Sandromedo Christa Nugroho membagikan alasan kenapa gawai lama atau bekas pakai, seperti ponsel, laptop, maupun gawai lainnya yang sudah tidak digunakan lagi lebih baik tidak dijual.

"Saya menyarankan ke masyarakat kalau misalkan memiliki HP bekas, laptop bekas, itu lebih baik jangan dijual, lebih baik dibiarkan hingga rusak," ucapnya pada Kamis (30/11).

Hal tersebut dikatakan karena data dan informasi yang tersimpan dalam segala jenis elektronik dapat dengan mudah diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sekalipun data tersebut sudah dihapus.

Dikutip dari Antara, Sandromedo mengatakan bahwa meskipun data tersebut telah dihapus dari bak sampah (trash bin) maupun riwayat data terhapus jika pada ponsel, recovery atau pemulihan data tetap dapat dilakukan pada perangkat elektronik.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan jika sejatinya terdapat dua jenis memori pada elektronik, yakni memori volatile, dan memori non-volatile.

Memori volatile merupakan jenis memori dalam komputasi yang membutuhkan daya untuk menyimpan informasi yang disimpan, seperti memori jangka pendek (random-access memory/RAM).

Data yang tersimpan pada RAM akan tidak aktif atau hilang ketika gawai tersebut mati.

Sementara memori non-volatile merupakan memori yang datanya dapat ditulis serta dihapus, namun data akan tetap ada walaupun gawai dalam kondisi mati serta tidak membutuhkan daya.

"Karena ada memori-memori yang sifatnya bisa jadi metadata, itu kita bisa lakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik digital forensik, dan ada data yang bisa dipulihkan, meski kemungkinan tidak 100 persen data terbaru," terang Sandromedo.

Namun, jika memang terpaksa harus dijual karena sedang membutuhkan dana, baik untuk keadaan darurat, maupun untuk membeli gawai baru, Sandromedo menyarankan untuk mengambil hard disk yang tersemat pada gawai sebelum dijual.

Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko data pribadi dimiliki oleh orang lain.

"Kami sarankan memori memang diambil dulu sebelum dijual, seperti hard disk, atau tukar dengan harddisk lain, namun kalau misalkan memang bisa, sebaiknya tidak usah dijual daripada ruginya lebih banyak nanti," imbuhnya.

EDITOR: Hanny Suwindari