JawaPos.com – Beberapa waktu ini produsen smartphone berlomba-lomba mempromosikan Refresh Rate dalam setiap produk yang mereka jual di pasaran.
Seringkali juga kita mendengar kata-kata ‘layar handphone ini memiliki Refresh Rate yang bisa diatur sesuai kemauan kita, baik itu 60 hz maupun 90 hz’ pada saat menonton review produk handphone di YouTube.
Selain itu, kita dapat menemukan kata Refresh Rate pada saat membaca halaman spesifikasi produk yang ditawarkan oleh brand smartphone yang ada saat ini.
Tapi tahukah anda mengenai teknologi yang kini seringkali menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih sebuah smartphone terbaru itu?
Apa itu Refresh Rate?
Dilansir dari Android Authority, Refresh Rate merupakan teknologi yang diterapkan pada tampilan suatu layar dari smartphone.
Layar tersebut memanfaatkan piksel untuk menampilkan suatu gambar. Piksel tersebut terus-menerus mengalami perubahan pada saat menampilkan gambar.
Perubahan piksel tersebut memiliki kecepatan yang berbeda-beda pada tiap perangkat. Kecepatan tersebut yang kemudian dikenal sebagai Refresh Rate.
Perubahan Refresh Rate ditentukan oleh waktu yang diperlukan dalam melakukan perubahan tampilan pada layar ponsel.
Pengukuran yang digunakan dalam menentukan perubahan tampilan tersebut biasa disebut dengan hertz (Hz).
Misalnya smartphone yang ditulis dengan kemampuan Refresh Rate sebesar 120 hz, berarti layar pada smartphone tersebut memiliki kemampuan melakukan refresh sebanyak 120 kali dalam setiap detiknya.
Pentingnya Fungsi Refresh Rate
Saat ini banyak aplikasi yang telah mendukung pemanfaatan teknologi Refresh Rate pada perangkat smartphone.
Dilansir dari The Verge, saat ini aplikasi layanan streaming video seperti Netflix dan YouTube mendukung kemampuan untuk memutar video dengan resolusi hingga 60 frame per second (FPS).
Selain itu kini banyak video game pada smartphone yang mendukung Refresh Rate hingga 120 hz, sehingga perangkat tersebut menjadi pilihan menarik bagi para gamers.
Namun penggunaan Refresh Rate yang tinggi dapat mempengaruhi keadaan baterai pengguna smartphone.
Mengutip Techradar, perusahaan saat ini meluncurkan fitur yang bernama Variable Refresh Rate, atau pada beberapa perangkat disebut Adaptive Refresh Rate.
Fitur tersebut berguna untuk menghemat penggunaan baterai dengan mengatur refresh rate yang dihasilkan pada keadaan tertentu.
Jadi ketika pengguna sedang membaca ebook ataupun melakukan kegiatan yang tidak memerlukan kecepatan refresh yang cepat maka kecepatan Refresh Rate akan diturunkan secara otomatis.