
Ilustrasi: iPhone 16 Series. (Apple)
JawaPos.com – Pentingnya Indonesia bagi pasar produk Apple makin terlihat dengan cemasnya Apple atas larangan penjualan iPhone 16 Series di Indonesia.
Larangan peredaran iPhone 16 Series di Indonesia diberlakukan seiring dengan beberapa masalah. Yakni komitmen investasi dan tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN yang sejauh ini urung terpenuhi.
Peluncuran iPhone 16 Series di Indonesia sendiri sudah bisa dikatakan terlambat jika dibandingkan dengan negara lainnya, bahkan negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia. Tahun lalu, iPhone 15 diluncurkan pada bulan September dan pada Oktober sudah mulai dipasarkan.
Menyusul rencana penjualan iPhone 16 Series yang berpotensi mandek di Tanah Air, hal tersebut agaknya membuat Apple resah. Dikatakan bahwa Apple sudah bersurat kepada Kementerian Perindustrian atau Kemenperin untuk melakukan pertemuan.
Kemungkinan, negosiasi juga bisa terjadi dalam pertemuan tersebut. Kini, menyusul berita Apple yang mengirim surat ke Kemenperin, dikabarkan lagi bahwa Apple setuju untuk menambah komitmen investasinya di Indonesia.
Mengutip pemberitaan Bloomberg, Apple kabarnya siap untuk menambah investasi yang dikucurkan di Indonesia sebagai upaya untuk merayu agar larangan penjualan iPhone 16 Series dibatalkan.
Menurut laporan Bloomberg dengan informasi dari sumber yang tidak disebutkan namanya, Apple mengusulkan investasi dengan nilai hampir USD 10 juta. Setara dengan Rp 157 miliar lebih untuk memproduksi sejumlah produk di Indonesia.
Kabarnya, Apple akan menanamkan modalnya ke sebuah pabrik di Bandung, Jawa Barat yang bermitra dengan sejumlah pemasoknya. Pabrik itu akan memproduksi aksesoris dan komponen untuk gadget Apple.
Kabarnya juga, Apple sudah mengajukan proposal tersebut kepada Kementerian Perindustrian. Saat ini, proposal tersebut masih dipertimbangkan oleh Kemenperin dan keputusannya akan diambil dalam waktu dekat.
Seperti kebanyakan perusahaan teknologi lainnya, Apple memang tidak memiliki pabrik sendiri di Indonesia. Mereka memilih bermitra dengan supplier atau pemasok lokal untuk membuat komponen atau produk jadi.
Terkait isu tersebut, JawaPos.com sudah mengkonfirmasi kepada pihak Kemenperin. Dalam hal ini Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif. Hingga berita ini ditulis, Febri belum merespons pertanyaan dan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
