JawaPos Radar | Iklan Jitu

Manisnya Bisnis Nugget Pisang Kekinian

30 Oktober 2017, 19:31:43 WIB | Editor: Dwi Shintia
Nugget Pisang
LEZAT: Nugget pisang ala Bakoel Pisang Premium. (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Kreasi masakan berbahan pisang belum habis. Bahkan, kini ada tren bisnis kuliner pisang baru. Yakni, nugget pisang. Yuk, intip pembuatan sekalian biaya produksinya. Siapa tahu bisa disontek!

Berawal di ibu kota, kini Surabaya pun demam camilan zaman now. Yakni, nugget pisang. Sejak setahun terakhir, foto hingga tagar nugget pisang bisa ditemui dengan mudah di media sosial. Maklum, hampir seluruh pedagangnya berbasis daring. Di antaranya, ada Nanaget Surabaya dan Bakoel Pisang Premium.

Nanaget Surabaya merupakan bisnis yang dirintis Debby Margaretha sejak Agustus 2016. Ide itu muncul lantaran dia penasaran dengan nugget pisang. ’’Awalnya, saya kira pisang ditambah nugget. Setelah cari, ternyata beda. Jadi pengin coba,’’ ucapnya. Debby menjelaskan, sejak tahun lalu, dirinya sempat menguji coba beberapa resep.

Nugget Pisang
COBA-COBA: Novi Wahyu (kiri) dan Eny Dwi baru berbisnis nugget pisang selama tiga bulan. (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS)

Pisang yang dipakai Nanaget adalah jenis pisang raja kecil. Debby sempat menjajal jenis lain, tapi hasilnya sepat dan kurang manis. Yang paling manis memang pisang raja. Nah, karena pisang jenis tersebut manis, dia pun tidak menambahkan gula di nugget bikinannya. Selain itu, Nanaget punya ciri khas berupa roti yang jadi pelapis pisang serta isian (filling) cokelat hingga selai.

Dia menuturkan, produk Nanaget diminati banyak kalangan usia. ’’Saya sering dapat pesanan buat pesta anak sampai nikahan. Banyak juga orang tua yang pesan,’’ paparnya.

Menurut Debby, jika pesanan sedang ramai, dia bisa menghabiskan 8 kg pisang. Kemasannya pun beragam. Mulai yang ukuran single (isi 3 buah), couple (5 buah), abang adek (10 buah), hingga paket RT (35 buah). ’’Kendalanya, saya dibantu mami aja. Jadi, pesanannya rata-rata harus preorder sehari sebelum acara,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, Bakoel Pisang Premium dirintis dua sahabat Eny Dwi Restuningsih dan Novi Wahyu Wardhani. Masih tergolong baru, usianya tiga bulan. ’’Pertama buat gara-gara lihat Instagram, lalu pengin nyoba. Karena di Surabaya masih jarang, akhirnya bikin sendiri,’’ ujar Novi.

Dia menjelaskan, produk Bakoel Pisang Premium selalu dibuat segar. ’’Nggak pernah stok, soalnya rasanya jadi beda. Jadi, kalau pesanan banyak, start kerja kami lebih awal,’’ imbuh Eny.

Berbeda dengan nugget umumnya, Bakoel Pisang Premium tidak menggunakan pisang yang dihancurkan. Mereka pernah mencoba meniru resep di YouTube. Namun, hasilnya jauh dari ekspektasi. Mereka pun bereksperimen dengan metode lain agar rupa nugget tetap cantik. Selain itu, mereka mematok satu opsi, yakni pilihan boks isi 12 nugget.

Keduanya juga aktif melakukan promosi via grup kuliner di Facebook dan WhatsApp. ’’Gara-gara itulah, banyak yang order dari luar Surabaya dan Sidoarjo. Namun, nggak semua kami terima karena barangnya tidak mungkin dikirim via ekspedisi,’’ tegas Novi.

Ibu satu anak tersebut menjelaskan, pengiriman ekspedisi memakan waktu relatif panjang dan produk berisiko rusak selama perjalanan. ’’Kalau jauh, biasanya ada beberapa grup yang menawarkan jastip (jasa titip, Red) ke beberapa kota seperti Bojonegoro dan Sumenep,’’ lanjutnya. (*)

fam/c22/na

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up