JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bikin Anak Stres Termasuk Perundungan

27 September 2017, 22:23:56 WIB | Editor: Dwi Shintia
Road show For Her Tangkis Bersama Antangin JRG
INFORMATIF: Ratusan siswa SMPN 21 Surabaya diajak senam Baby Shark di road show For Her Tangkis Bersama Antangin JRG kemarin (26/9). (ARYA DHITYA/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Road show For Her Tangkis Bersama Antangin JRG berlangsung seru di SMPN 21 Surabaya kemarin (26/9).

Sesi orang tua yang diisi Dr Mary Philia Elisabeth SPsi Mpsi menjadi momen yang berkualitas. Dia menyatakan, orang tua adalah kunci bagaimana perilaku moral anak terbentuk. ”Ayah dan ibu harus mengajarkan etika bergaul yang baik,” kata dosen Universitas Surabaya itu.

Salah satu bagian dari etika tersebut adalah anak diajak mengenali perbedaan antara perundungan dan menggoda teman. ”Menggoda tidak dilakukan berkali-kali dan tidak agresif. Nah, hal itulah yang sering disalahpahami. Anak kadang nggak sadar bahwa mereka sudah melakukan perundungan,” ujarnya.

Road show For Her Tangkis Bersama Antangin JRG
SHARING PENGALAMAN: Dosen dan psikolog dari Universitas Surabaya Dr Mary Philia Elisabeth SPsi MPsi mengisi materi untuk ayah dan ibu. (ARYA DHITYA/JAWA POS)

Perundungan tidak hanya terjadi di sekolah atau antarteman. Di rumah, anak pun bisa jadi korban. Penyebabnya adalah pola asuh orang tua yang keliru. Mary menjelaskan, banyak orang tua yang sering mendisiplinkan anak dengan menunjukkan dominasinya. ”Misalnya, bilang, ’wis, kamu nurut ibu atau ayah aja’ atau menyuruh anak diam saat dinasihati,” paparnya.

Dia yakin, orang tua pasti berusaha menanamkan hal positif. Namun, karena caranya keliru, anak bisa mempersepsikan negatif. ”Nah, ada ibu dan bapak yang seperti itu tidak? Jangan heran, anak malah membandel atau diam seribu bahasa,” tuturnya.

Mary memaparkan, orang tua memang tidak bisa mengawasi anak 24 jam sehari. Apalagi ketika anak mulai bersekolah dan bertemu banyak orang. ”Nah, misalnya, anak saya di-bully di luar lingkungan rumah, siapa yang harus bertanggung jawab, Bu? Apakah sekolah, pemerintah, KPAI, atau lainnya?” tanya Saiful Andri Amri, orang tua Muhammad Bagus.

Menurut dia, dalam menyikapi hal tersebut, orang tua korban perundungan perlu awas. Yang pertama tidak boleh bersikap reaktif. Apalagi menjelek-jelekkan pelaku maupun orang tuanya. ”Perundungan anak adalah tanggung jawab bersama orang tua dan sekolah. Jangan salahkan pihak lain. Fokus lakukan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan,” tegasnya.

Salah satu langkahnya membekali anak agar berkepribadian tangguh. ”Ajari anak untuk membela dirinya sendiri dan menghargai orang lain. Biasakan anak melakukan hal-hal yang mereka bisa, jangan keburu dibantu,” ungkapnya. Selain itu, jika anak mengalami masalah, upayakan memecahkan masalah lewat diskusi personal.

Dia menegaskan perlunya waktu luang atau quality time untuk anak. Sebab, waktu tersebut merupakan kesempatan anak untuk melakukan hobi dan bergaul dengan teman. ”Umpama anak ikut lomba dan acara, istilahnya dieksploitasi, apakah masuk bullying juga?” tanya Safirin Rahmad, orang tua Ismatul Maula.

Menurut dia, eksploitasi bakat anak tidak selalu merupakan bentuk bullying. Apalagi jika anak merasa nyaman dan antusias mengikuti kegiatan. ”Hal itu jadi perundungan jika anak merasa stres dan tertekan saat menjalani aktivitasnya. Namun, ada baiknya, kegiatan anak di luar sekolah dibatasi supaya anak masih punya waktu untuk dirinya sendiri,” jelasnya.

Dia memahami, banyak orang tua yang saat ini bekerja hingga tidak bisa terus-terusan bersama buah hati. Hal itu, lanjut dia, bisa disiasati dengan meluangkan waktu saat libur akhir pekan khusus untuk keluarga. Aktivitasnya tidak perlu selalu diisi dengan bepergian ke tempat wisata.

Di rumah saja selama komunikasi intens terjadi sudah cukup. ”Jangan merasa terlalu bersalah karena tidak bisa menghabiskan waktu dengan anak. Panjengenan tidak sendirian,” tambahnya.

Jika para orang tua berbagi kisah dengan Mary, para siswa berbagi dengan Kak Nitnit, sapaan akrab Kartikanita Widyasari SPsi CHT. Dalam road show kali ini, psikolog yang juga dikenal sebagai pendongeng itu menyampaikan bahwa perundungan bisa merusak masa depan. ”Ada dua hal yang menghambat kesuksesan. Yakni, rendah diri dan merendahkan orang lain,” ungkapnya.

Psikolog yang juga aktif di bidang parenting itu membagikan lima bentuk bullying yang umum terjadi antarteman. Pertama adalah perundungan secara fisik. Kedua, penindasan verbal berupa ejekan, panggilan selain nama, sampai kebiasaan memanggil teman dengan nama orang tua. Ketiga, pengucilan atau menjauhi salah seorang teman. Keempat, perundungan di dunia maya. Kelima, perundungan secara seksual.

Kepala SMPN 21 Surabaya Chamim Rosyidi Irsyad MPd MSi tidak memungkiri anak-anak usia SMP memang sering terlibat masalah dengan sebayanya. ”Mereka sedang mencari jati diri,” paparnya.

Sementara itu, dengan padatnya kesibukan, orang tua tentu dituntut untuk tetap fit. Saat kondisi sedang drop, minum ramuan herbal bisa jadi solusi. Tidak perlu repot meracik sendiri di rumah. Sebab, aneka herbal berkhasiat terdapat dalam Antangin JRG. Selain dikonsumsi sebagai obat, Antangin JRG bisa diracik dalam minuman hangat, dingin, bahkan cappuccino. (*)

fam/c16/ayi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up